
FAKTA1.COM, GRESIK – Di tengah padatnya arus kendaraan di jalur Pantura Gresik, tepatnya di Jalan Deandels, sebuah pemandangan tak biasa menarik perhatian petugas patroli Satlantas Polres Gresik, Aipda Bambang Kurniawan. Sebuah mobil ambulans tampak melaju dengan lampu rotator menyala, namun tanpa suara sirine yang biasanya menjadi tanda.
Naluri petugasnya langsung bekerja. Aipda Bambang mendekat, memastikan situasi. Dari balik kaca, sopir ambulans memberi isyarat panik.
“Sirinenya rusak, Pak. Kami sedang bawa pasien darurat ke Rumah Sakit Semen,” ujar sopir itu tergesa, berpacu dengan waktu.
- Wajo di Panggung Strategis Kemiskinan Sulsel, Wabup Baso Rahmanuddin Dorong “Serangan Terpadu” Hingga 2027
- Bupati Syaharuddin Tegaskan Kesejahteraan Petani Prioritas Utama dalam Capaian 1 Juta Ton Gabah
- Bupati Enrekang di Pesta Panen Dusun Ba’ka, Janji Alat Pertanian Jadi Sorotan Warga
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Tanpa berpikir panjang, Aipda Bambang segera mengambil tindakan. Ia menyalakan sirine dan rotator motor dinasnya, lalu mengambil posisi di depan ambulans. Dengan suara sirine polisi yang meraung, ia menjadi pembuka jalan dan memberi ruang bagi kendaraan medis yang kehilangan “suara hidupnya”.
Dengan kecepatan terkendali, Aipda Bambang mengawal ambulans menembus kepadatan lalu lintas sore hari. Kendaraan lain menepi, memberikan jalan,
Sesampainya di Rumah Sakit Semen Gresik, pasien langsung ditangani oleh tim medis.
“Terima kasih kepada Bapak Polisi Satlantas Polres Gresik atas pengawalannya. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak,” ucap salah satu keluarga pasien dengan mata berkaca-kaca.
Menanggapi ucapan itu, Aipda Bambang hanya tersenyum. “Sudah tugas kami, Bu,” katanya singkat, sebelum kembali ke mobil patroli dan melanjutkan tugasnya menjaga arus lalu lintas.
Sementara kasat lantas polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna, menyampaikan, Aksi cepat dan tulus itu menjadi bukti bahwa di balik seragam, ada sisi kemanusiaan yang selalu siaga. Di jalanan yang bising dan sibuk, Aipda Bambang menunjukkan arti sebenarnya dari motto “Polisi hadir untuk masyarakat.”
(Redho)
- Wajo di Panggung Strategis Kemiskinan Sulsel, Wabup Baso Rahmanuddin Dorong “Serangan Terpadu” Hingga 2027
- Bupati Syaharuddin Tegaskan Kesejahteraan Petani Prioritas Utama dalam Capaian 1 Juta Ton Gabah
- Bupati Enrekang di Pesta Panen Dusun Ba’ka, Janji Alat Pertanian Jadi Sorotan Warga
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel








Tinggalkan Balasan