
FAKTA1.COM, KINAWE— Ketua DPC Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Konawe, Andi I Fitrah Porondosi, mengeluarkan pernyataan keras terkait dugaan pelanggaran dalam proses penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani. Ia mendesak Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk turun tangan langsung mengawasi distribusi bantuan tersebut.
Menurut Andi Fitrah, berbagai laporan yang masuk dari sejumlah kelompok tani menunjukkan adanya indikasi serius bahwa penyaluran alsintan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Mulai dari dugaan permainan data, penentuan kelompok penerima yang tidak transparan, hingga potensi penyalahgunaan oleh oknum tertentu.
“Kami meminta Kepala Dinas tidak tinggal di balik meja. Turun dan lihat langsung kondisi di lapangan. Apakah bantuan alsintan ini benar-benar jatuh ke tangan petani yang layak, atau justru digeser kepada pihak-pihak yang punya kedekatan tertentu?” tegas Andi Fitrah.
Ia menambahkan, ketiadaan transparansi mengenai daftar penerima bantuan semakin memperkuat kecurigaan adanya praktik nepotisme dan titipan dalam proses penyaluran.
“Publik harus diberi akses terhadap data penerima bantuan. Dengan begitu, masyarakat ikut mengawasi. Kalau datanya ditutup-tutupi, wajar kalau muncul dugaan ada permainan,” ujarnya.

Andi Fitrah menegaskan bahwa PPWI Konawe siap mengambil langkah tegas jika menemukan bukti-bukti penyimpangan di lapangan. Ia memastikan organisasi yang dipimpinnya akan melakukan pemantauan independen dan melaporkan temuan tersebut kepada aparat penegak hukum bila diperlukan.
“Kami tidak akan diam. Jika ada oknum yang berani mempermainkan hak petani, kami akan ungkap dan dorong proses hukum berjalan. Bantuan negara bukan untuk diperdagangkan atau dibagikan kepada kelompok titipan,” tegasnya lagi.
PPWI Konawe memastikan akan terus mengawal penyaluran alsintan agar tepat sasaran dan bersih dari permainan pihak manapun.










Tinggalkan Balasan