
KONAWE, FAKTA1.COM – Sebuah proyek film bergenre komedi horor tengah digarap di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Film yang hingga kini masih merahasiakan judul resminya tersebut digadang-gadang menjadi terobosan baru dalam industri perfilman nasional dengan mengangkat urban legend lokal Bumi Kalosara ke layar lebar.
Film ini disutradarai oleh Irham Acho Bachtiar, sutradara nasional yang telah melahirkan puluhan karya film layar lebar. Ia mengungkapkan, pemilihan Konawe sebagai lokasi syuting bukan sekadar pertimbangan visual, melainkan karena kekuatan cerita dan nilai emosional yang terkandung dalam legenda setempat.
“Kami tidak hanya mencari lokasi yang indah, tapi juga memiliki jiwa. Urban legend di Konawe sangat kaya konflik visual dan emosional. Tantangannya adalah mengolah cerita itu menjadi tontonan yang menghibur penonton tertawa, lalu tiba-tiba merinding, dan di akhir ikut terharu,” ujar Acho saat ditemui di sela-sela syuting perdana di Kelurahan Puunaha, Kecamatan Unaaha.
Proyek film ini merupakan hasil kolaborasi antara Sultra Cinema Investama dan Rumah Semut Film, rumah produksi nasional yang memiliki jaringan distribusi serta pengalaman produksi film berskala besar. Kolaborasi tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk mempertemukan potensi lokal Sulawesi Tenggara dengan standar industri perfilman nasional.
Film
Dari sisi cerita, film ini tidak hanya mengandalkan unsur horor dan misteri, tetapi juga diperkaya dengan komedi situasi, jalinan asmara, serta konflik drama keluarga yang menyentuh emosi penonton. Perpaduan berbagai elemen tersebut dirancang agar film dapat dinikmati oleh berbagai segmen penonton.
Syuting perdana ditandai dengan ritual pemotongan tumpeng oleh sutradara sebagai simbol harapan kelancaran produksi. Rumah Jabatan Bupati Konawe menjadi salah satu lokasi utama untuk adegan pembuka film, sebelum proses syuting berlanjut ke sejumlah titik ikonik lainnya di wilayah Konawe selama beberapa pekan ke depan.
Kehadiran proyek film ini mendapat apresiasi luas karena dinilai tidak hanya mendorong pertumbuhan industri kreatif lokal, tetapi juga menjadi sarana promosi pariwisata dan budaya Konawe melalui medium film yang memiliki daya jangkau nasional.(*)








Tinggalkan Balasan