Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6514 Lihat semua

Konawe, fakta1.com – Malam Ramadan di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Konawe terasa berbeda. Lampu-lampu halaman menyala terang, suara lantunan gambus dan salawat menggema lembut, sementara ratusan warga duduk bersila dengan penuh khidmat menanti waktu berbuka puasa.

Suasana religius dan penuh kebersamaan itu menjadi bagian dari kegiatan Gema Ramadhan Bersahaja, sebuah agenda yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, sepanjang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Sejak dimulai pada 1 Ramadan 1447 Hijriah atau 19 Februari 2026, kegiatan ini rutin dilaksanakan di Rumah Jabatan Bupati Konawe yang terletak di Jalan Oheo, Kelurahan Puunaaha, Kecamatan Unaaha.

Di tempat inilah masyarakat dari berbagai kecamatan datang berkumpul. Mereka bukan sekadar menghadiri acara keagamaan, tetapi juga merasakan hangatnya kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diisi dengan kajian Islami, pengajian, ceramah agama, hingga penampilan lagu-lagu religi dari musisi lokal, salah satunya Wekoila Gambus, yang menghadirkan nuansa spiritual sekaligus hiburan bernuansa Islami.

Memasuki hari ke-25 Ramadan, sebanyak 28 kecamatan se-Kabupaten Konawe telah mengikuti kegiatan ini. Setiap harinya, satu kecamatan mendapat giliran hadir. Namun untuk kecamatan yang lokasinya cukup jauh, pelaksanaannya digabung sehingga dua kecamatan dapat mengikuti kegiatan dalam satu hari.

Setiap malam, sekitar 250 hingga 300 warga hadir sesuai jadwal kecamatan masing-masing. Mereka duduk bersama, mendengarkan ceramah para penceramah, hingga ikut berdiskusi dalam sesi tanya jawab yang digelar menjelang waktu berbuka puasa.

Di sela kegiatan, masyarakat juga memiliki kesempatan bertemu langsung dengan Bupati Konawe H. Yusran Akbar serta Ketua TP

PKK Konawe Hj. Hania, M.Pd., Gr, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Konawe.

Senyum, sapaan hangat, dan obrolan ringan menjadi pemandangan yang tak terpisahkan dari setiap pertemuan tersebut. Seolah menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang merajut kedekatan dan mempererat silaturahmi.

Ketua TP PKK Konawe Hj. Hania, M.Pd., Gr mengaku bersyukur melihat tingginya antusiasme masyarakat dalam kegiatan ini.

“Alhamdulillah, selama pelaksanaan kegiatan ini antusiasme masyarakat sangat besar. Setiap hari sesuai jadwal kecamatan, sekitar 250 sampai 300 orang hadir mengikuti Gema Ramadhan Bersahaja,” ujarnya saat diwawancarai awak media.

Hj. Hania yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Konawe menegaskan bahwa kegiatan ini digelar sebagai sarana mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Menurutnya, Ramadan merupakan momen yang tepat untuk membangun kedekatan, memperkuat nilai kebersamaan, sekaligus meningkatkan keimanan.

“Mudah-mudahan melalui Gema Ramadhan Bersahaja ini kita semua semakin dekat, sehingga seluruh elemen pemerintah dan masyarakat Konawe dapat menjadi lebih religius,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Hj. Hania berharap kegiatan ini tidak berhenti di tahun ini saja.

Ia berharap Gema Ramadhan Bersahaja dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sebagai tradisi Ramadan yang memperkuat ukhuwah, kebersamaan, dan nilai-nilai spiritual di Kabupaten Konawe.

Di tengah malam Ramadan yang tenang, gema ceramah, lantunan gambus, dan doa-doa yang dipanjatkan warga seakan menjadi saksi: bahwa kebersamaan sederhana terkadang mampu menghadirkan makna yang begitu besar.

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.