Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6689 Lihat semua

JAKARTAWakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menyatakan dukungannya agar pasukan TNI tetap melanjutkan tugas dalam misi Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL), meskipun tiga prajurit Indonesia gugur di tengah meningkatnya serangan Israel di wilayah tersebut.

Kalla menegaskan, jatuhnya korban dalam misi penjaga perdamaian tidak seharusnya menjadi alasan bagi Indonesia untuk menarik pasukannya. Menurut dia, risiko merupakan bagian dari tugas yang harus dihadapi oleh prajurit TNI.

“Negara, TNI, tidak seperti itu. Bahwa kalau ada korban yang tewas, langsung mundur, oh bukan itu saya kira jiwa TNI dan jiwa pemerintah,” ujar Kalla pada Rabu (1/4/2026), seperti dikutip dari Kompas TV.

Ia menambahkan, Indonesia harus tetap menunjukkan komitmennya dalam menjaga perdamaian dunia. Penarikan pasukan secara mendadak, kata dia, justru dapat menimbulkan persepsi negatif di mata internasional.

“Tetap ada di situ, memang ada risikonya, tetapi tetap harus mengurusnya seperti itu. Jangan karena risiko seperti itu langsung kita menarik, nanti dunia menganggap kita penakut,” ujarnya.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu juga menekankan bahwa Indonesia bukanlah negara yang gentar menghadapi tantangan. Ia bahkan mengaitkan sikap tersebut dengan kepemimpinan nasional saat ini.

“Tidak. Indonesia bukan negara penakut. Apalagi Pak

Prabowo presidennya,” kata Kalla.

Lebih lanjut, Kalla menilai insiden yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon tidak berkaitan dengan Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, di mana Indonesia dan Israel disebut sebagai anggota.

Menurutnya, tindakan Israel yang kerap melakukan serangan telah terjadi jauh sebelum pembentukan BoP, termasuk dalam konflik di Gaza yang disebutnya sebagai bentuk tindakan sewenang-wenang.

Di sisi lain, muncul desakan dari sejumlah pihak agar pemerintah mengevaluasi keterlibatan Indonesia dalam misi UNIFIL, mengingat meningkatnya risiko keamanan di Lebanon.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi NasDem, Amelia Angraini, meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kontribusi Indonesia dalam misi tersebut. Ia menilai, langkah tersebut penting untuk menyesuaikan kebijakan dengan perkembangan situasi terkini di lapangan.

“Pemerintah perlu melihat perkembangan situasi terkini dan melakukan evaluasi komprehensif,” ujar Amelia.

Sebagai informasi, TNI telah lama berpartisipasi dalam misi perdamaian dunia di bawah naungan PBB, termasuk melalui UNIFIL di Lebanon Selatan, yang bertugas menjaga stabilitas dan mencegah konflik bersenjata di kawasan tersebut. *

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.