
KONAWE, F1.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe menggelar kegiatan Koordinasi, Advokasi, dan Sosialisasi dalam rangka Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, 7–8 Juli 2026, di salah satu hotel di Kecamatan Unaaha. Selasa 7 Juli 2026.
Kegiatan ini diawali dengan laporan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia, Fernita, S.KM., M.Kes. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung program pencegahan dan pengendalian penyakit di Kabupaten Konawe.
Ia menyebutkan bahwa peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur, mulai dari perwakilan puskesmas, rumah sakit, pemerintah kecamatan, hingga mitra lintas sektor terkait. Menariknya, kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh Kepala Puskesmas (Kapus) se-Kabupaten Konawe, serta beberapa camat, lurah, dan kepala desa, yang menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam mendukung program kesehatan daerah.
Selain itu, Fernita juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menyamakan persepsi serta meningkatkan kapasitas para pelaksana program di lapangan, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang terus berkembang.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman serta komitmen dalam pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian penyakit, sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Tahun Anggaran 2026.
Sementara itu, dalam sambutan Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand, SP., MH., yang dibacakan oleh Asisten I Setda Konawe, Agus Suyono, S.Pd., M.Pd., ditegaskan bahwa pembangunan kesehatan merupakan salah satu prioritas utama dalam mewujudkan masyarakat Konawe yang sehat, produktif, dan sejahtera.
“Pengendalian berbagai penyakit, baik menular maupun tidak menular, masih menjadi tantangan yang memerlukan perhatian serius serta kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Agus Suyono saat membacakan sambutan Sekda.
.katasulsel-trending-unique{ background: linear-gradient(135deg, #1e90ff 0%, #ff7f50 100%); padding:20px; margin:30px 0; border-radius:12px; color:#fff; font-family:Arial, sans-serif; } .katasulsel-trending-unique-title{ font-weight:700; font-size:18px; margin-bottom:16px; text-transform:uppercase; text-align:center; letter-spacing:1px; } .katasulsel-trending-unique-item{ display:flex; align-items:center; margin-bottom:12px; transition: transform 0.2s; background: rgba(255,255,255,0.1); padding:8px; border-radius:8px; } .katasulsel-trending-unique-item:hover{ transform: translateX(4px); background: rgba(255,255,255,0.2); } .katasulsel-trending-unique-item img{ width:80px; height:55px; object-fit:cover; border-radius:6px; margin-right:12px; flex-shrink:0; } .katasulsel-trending-unique-item div{flex:1; min-width:0;} .katasulsel-trending-unique-item a{ color:#fff; font-weight:600; text-decoration:none; } .katasulsel-trending-unique-item a:hover{text-decoration:underline;} .katasulsel-trending-unique-meta{ font-size:11px; color:#eee; margin-top:2px; } @media screen and (max-width:768px){ .katasulsel-trending-unique-item{ flex-direction:row; } .katasulsel-trending-unique-item img{ width:60px; height:40px; margin-right:10px; } .katasulsel-trending-unique-title{font-size:16px;margin-bottom:12px;} }
Upaya yang dilakukan meliputi penguatan surveilans, percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB), peningkatan cakupan imunisasi, pengendalian HIV, malaria, dan kusta, serta penanganan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Selain itu, fokus juga diarahkan pada pengendalian penyakit tidak menular, kesehatan jiwa, serta peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kejadian luar biasa (KLB).
Para peserta diharapkan dapat memanfaatkan forum ini sebagai sarana berbagi pengalaman, menyamakan persepsi, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, serta merumuskan langkah-langkah strategis yang dapat diimplementasikan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
“Saya mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, kecamatan, desa/kelurahan, puskesmas, rumah sakit, serta seluruh mitra pembangunan untuk terus memperkuat kolaborasi,” lanjutnya.
Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan target pembangunan kesehatan di Kabupaten Konawe dapat tercapai secara optimal.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Konawe, Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, khususnya Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Semoga kegiatan ini menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Konawe,” tutupnya.
Sebagai penutup kegiatan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, Yones, S.E., M.M., turut menyampaikan harapannya agar hasil dari kegiatan ini dapat segera diimplementasikan di lapangan.
“Kami berharap seluruh peserta dapat menindaklanjuti hasil pertemuan ini dengan aksi nyata di wilayah kerja masing-masing, sehingga upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di Konawe dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya singkat.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe dalam memperkuat sistem kesehatan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh (F1)








Tinggalkan Balasan