Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6827 Lihat semua

JAKARTA, FAKTA1.COM – Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menghadiri kegiatan Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta, pada Rabu malam (15/04/2026).

​Kehadiran Menag dalam acara tersebut menegaskan posisinya yang dualistik; tidak hanya sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai ulama yang memahami secara mendalam nilai-nilai keagamaan.

Kapasitas ini dinilai menjadi kekuatan tersendiri bagi Nasaruddin Umar dalam menjalankan peran strategis di kementerian yang mengelola keberagaman Indonesia.

Momentum Memperkuat Ukhuwah

​Dalam sambutannya, Menag menekankan bahwa esensi Halal Bihalal melampaui sekadar tradisi rutin pasca-Idulfitri. Ia menyebutnya sebagai momentum krusial untuk melakukan “pembersihan” hati dan rekonsiliasi sosial.

​”Halal Bihalal adalah ruang untuk meluruskan kembali hubungan, menghalalkan kembali yang sempat tersimpan di hati. Dari sinilah ukhuwah tumbuh, baik ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan),” ujar Menag.

Apresiasi Peran Strategis Ormas Islam

​Lebih lanjut, Nasaruddin Umar memberikan apresiasi tinggi kepada MUI dan seluruh Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam atas kontribusi historis mereka. Menurutnya, jejak para ulama dan ormas telah mewarnai perjalanan bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga era modern saat ini.

​Ia merinci bahwa peran ormas Islam tidak terbatas pada sektor dakwah semata, melainkan mencakup:
​Pendidikan: Mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pesantren dan sekolah.
​Kesehatan & Ekonomi: Pemberdayaan

umat secara riil di lapangan.

Advokasi Sosial: Menjadi penggerak solusi atas masalah kemasyarakatan.
​”Dalam banyak situasi, ormas dan ulama bukan hanya menjadi pengingat nilai, tetapi juga menjadi penggerak solusi. Jejaknya mungkin tidak selalu tercatat dalam statistik, tetapi terasa dalam ketahanan sosial bangsa,” ungkapnya.

​Menghadapi Tantangan Global
​Di tengah disrupsi informasi dan dinamika geopolitik yang kian kompleks, Menag menyoroti pentingnya peran MUI sebagai penuntun arah.

Pemerintah, menurutnya, menempatkan MUI dan ormas Islam sebagai mitra yang tidak tergantikan dalam menjaga stabilitas nasional.

​”Pemerintah memandang MUI dan ormas Islam sebagai mitra strategis. Kami berharap ormas tetap menjadi perekat umat, penyejuk di tengah perbedaan, serta kekuatan moral dalam kehidupan berbangsa,” tegas Nasaruddin.

Sinergi Ulama dan Umara
​Menutup arahannya, Menag menyampaikan pesan kebersamaan melalui sebuah pantun sarat makna yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemimpin agama dan pemerintah.

​“Jika ulama dan negara bersatu, damai negeri sepanjang masa,” tuturnya menutup sambutan.

​Acara yang berlangsung dalam suasana hangat dan khidmat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan ormas Islam tingkat nasional, alim ulama, serta tokoh-tokoh nasional.

Pertemuan ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara Ulama dan Umara (pemerintah) dalam menjaga kedaulatan, martabat, dan keutuhan NKRI.
​(*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.