Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6855 Lihat semua

MAKASSAR, FAKTA1.COM — Momentum Halal Bihalal Wija to Luwu (WTL) yang digelar oleh Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan tahun ini tampil berbeda.

Tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi Idulfitri, pertemuan ini menjelma menjadi ruang konsolidasi strategis untuk memperkuat arah perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Dzikir Akbar dalam rangka memperingati Hari Perjuangan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80 ini berlangsung khidmat di Gedung Graha Pena, Makassar.

Mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Memperkuat Spirit Perjuangan Provinsi Luwu Raya,” acara ini dihadiri sekitar 500 peserta dari berbagai elemen, mulai dari pejabat pemerintah, anggota legislatif, kepala daerah, akademisi, hingga aktivis mahasiswa.

Ketua Panitia, Ir Ahmad Huzaen, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta yang luar biasa merupakan sinyal positif bagi masa depan Luwu Raya.

“Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan ikatan emosional masyarakat Luwu Raya masih sangat terjaga,” tuturnya.

Mandiri Secara Finansial Melalui ‘Curun-Curun’

Ketua BPW KKLR Sulsel, Ir Hasbi Syamsu Ali, menegaskan bahwa forum ini bertujuan menyatukan kembali energi masyarakat Luwu yang selama ini tersebar. Ia menekankan bahwa perjuangan ini memerlukan sinergi lintas sektor yang solid.

Hal menarik dalam pelaksanaan acara kali ini adalah sumber pendanaannya yang bersifat mandiri. Hasbi menjelaskan bahwa kegiatan ini murni dibiayai melalui sistem ‘curun-curun’ atau gotong-royong dana dari para Wija to Luwu, tanpa menerima donasi dari perusahaan besar seperti PT Vale, Masmindo, atau BMS.

“Harapannya agar perusahaan-perusahaan besar ini nantinya bisa memberikan kontribusi yang jauh lebih besar dan nyata untuk perjuangan Provinsi Luwu Raya ke depan,” tegas Hasbi yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Dalam kesempatan tersebut, KKLR juga meluncurkan program “Serbu Luwu

Raya”, sebuah kampanye donasi publik untuk menghimpun dana perjuangan pembentukan provinsi.

Penyerahan Naskah Akademik 700 Halaman
Puncak dari kegiatan ini adalah penyerahan Naskah Akademik Pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Dokumen penting ini disusun oleh tim ahli dari Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo dan diserahkan langsung oleh Rektor Unanda, Dr. Ir. H. Anas Boceng, M.Si, kepada Ketua Badan Pekerja Pemekaran (BPP) DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, ST., MMA.

Dr. Anas Boceng menjelaskan bahwa naskah setebal hampir 700 halaman tersebut merupakan hasil kajian mendalam selama empat bulan oleh 20 akademisi.

“Dokumen ini mencakup potensi sumber daya, landasan hukum, hingga strategi nasional. Ini membuka ruang alternatif bagi pembentukan provinsi melalui pendekatan kebijakan nasional, bukan sekadar administratif konvensional,” jelas Rektor Unanda tersebut.

Diskusi Strategis: Menjawab Tantangan Zaman
Acara ditutup dengan diskusi tematik bertajuk “Progres dan Tantangan Pembentukan Provinsi Luwu Raya” yang dipandu oleh Wakil Sekjen BPP KKLR, Udhi Syahruddin Hamun.

Diskusi ini menghadirkan narasumber berkompeten seperti akademisi Unhas Dr Hasrullah, serta Koordinator Tim Penyusun Kajian Akademik Dr Abdul Rahman Nur.

Para narasumber sepakat bahwa dengan kekayaan sumber daya alam di sektor kelautan, kehutanan, dan energi, Luwu Raya sudah sangat layak menjadi provinsi mandiri. Pembentukan daerah otonomi baru ini dinilai sebagai langkah krusial untuk mempercepat kesejahteraan rakyat dan memeratakan pembangunan di wilayah tersebut.

Melalui konsolidasi di Makassar ini, masyarakat Wija to Luwu kini memiliki pijakan akademik dan semangat baru untuk mengawal mimpi besar mereka: terwujudnya Provinsi Luwu Raya. (*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.