
KONAWE, FAKTA1.COM – Suasana meriah dan antusiasme tinggi masyarakat mewarnai malam puncak Gebyar Wisata Konawe Bersahaja yang digelar di kawasan Inolobunggadue Central Park (ICP), Sabtu (18/4/2026) malam. Kegiatan yang menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Konawe ini sukses menarik ribuan pengunjung, sekaligus menjadi momentum penting dalam mendorong geliat sektor pariwisata dan perekonomian lokal.
Acara yang menjadi penutup rangkaian peringatan HUT ke-66 Kabupaten Konawe ini tidak hanya menyuguhkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan, khususnya pelaku UMKM.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas jangkauan usaha mereka. Pemerintah daerah akan terus berupaya menghadirkan kegiatan serupa sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Yusran Akbar.
Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan tersebut, sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi di daerah.
Berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah pedagang di kawasan ICP, para pelaku UMKM mengaku mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan selama kegiatan berlangsung.
Nuraini, salah satu pedagang minuman seperti pop ice dan air mineral kemasan, mengungkapkan bahwa dirinya berhasil memperoleh pendapatan hingga Rp600 ribu dalam satu malam.
“Untuk malam ini, saya memperoleh sekitar Rp600 ribu dari penjualan pop ice dan air mineral,” ujar Nuraini saat diwawancarai usai acara.
Ia menjelaskan bahwa jumlah tersebut merupakan pendapatan tertinggi yang pernah diperolehnya selama berjualan di kawasan ICP dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Pada hari biasa, Nuraini mengaku hanya mampu meraih pendapatan sekitar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per hari, bahkan terkadang hanya Rp20
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Saat pembukaan kemarin, pendapatan bisa mencapai Rp100 ribu per hari, dan malam ini meningkat berkali-kali lipat dibandingkan hari biasa,” tambahnya.
Nuraini juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Konawe atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap perhatian terhadap pelaku UMKM dapat terus ditingkatkan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah. Kegiatan seperti ini sangat membantu kami karena jumlah pengunjung meningkat, sehingga pendapatan kami juga bertambah. Kami berharap Bupati dan Wakil Bupati Konawe terus memberikan perhatian kepada pelaku UMKM,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ati, pedagang bakso bakar asal Kelurahan Ambekairi. Ia mengaku meraih pendapatan hingga Rp1 juta pada malam penutupan acara.
“Untuk malam ini, pendapatan saya kurang lebih mencapai Rp1 juta dari penjualan bakso bakar. Kami menyiapkan sekitar 3 hingga 5 kilogram daging,” ungkapnya.
Ati menambahkan bahwa pendapatan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan hari biasa. Ia menjual satu porsi bakso bakar seharga Rp10 ribu.
“Jika ada kegiatan seperti ini, penjualan pasti meningkat. Biasanya kami hanya menyiapkan sekitar 1 kilogram daging, dan itu pun tidak selalu habis terjual,” jelasnya.
Sementara itu, Indah, pedagang es teler dan sop buah di kawasan ICP, mengaku berhasil meraih omzet hingga Rp4,3 juta dalam satu malam. Ia menjual produknya dengan harga Rp15 ribu per porsi.
“Alhamdulillah, pengunjung sangat ramai. Setelah dihitung, total penjualan malam ini mencapai Rp4,3 juta,” tutur Indah.
Diketahui, malam puncak Gebyar Wisata Konawe Bersahaja turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim, serta sejumlah kepala daerah lainnya, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, unsur Forkopimda, pimpinan perbankan, hingga jajaran direksi perusahaan di Konawe.
Laporan: Jumarudin Hattas








Tinggalkan Balasan