Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6876 Lihat semua

Jakarta, Fakta1.com– – Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si., mewakili Bupati Konawe H. Yusran Akbar, S.T., menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Senin (20/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung F Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI tersebut mengangkat tema “Antisipasi Musim Kemarau Tahun 2026 dalam Upaya Swasembada Pangan Berkelanjutan.” Rakornas ini dihadiri oleh para kepala daerah, unsur pemerintah pusat, serta pemangku kepentingan sektor pertanian dari seluruh Indonesia.

Forum ini secara khusus membahas
langkah-langkah strategis dalam mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap keberlanjutan produksi pangan nasional.

Dalam pembahasannya, sejumlah isu krusial menjadi fokus utama, di antaranya peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian, serta penerapan teknologi pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Pemerintah pusat juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau, khususnya terhadap produksi pangan. Strategi penguatan ketahanan pangan nasional menjadi fokus utama, termasuk optimalisasi irigasi, percepatan masa tanam, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Saat dikonfirmasi melalui panggilan WhatsApp, Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, menyampaikan bahwa keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Konawe dalam Rakornas ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung program nasional menuju swasembada pangan.

“Melalui Rakornas ini, kami mendapatkan arahan strategis terkait langkah-langkah konkret menghadapi musim kemarau. Ini menjadi acuan bagi kami di daerah untuk memastikan sektor pertanian tetap produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam Rakornas tersebut dirumuskan sejumlah langkah strategis nasional yang menjadi pedoman bagi pemerintah daerah, antara lain:

Pemetaan dan peringatan dini: Pemerintah daerah diminta segera melakukan identifikasi wilayah rawan kekeringan berbasis sistem peringatan dini yang terintegrasi.

Optimalisasi sumber daya air: Fokus pada

percepatan program pompanisasi dan perpipaan, pembangunan embung, serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier.

Percepatan tanam: Mendorong petani melakukan tanam lebih awal di wilayah potensial dengan penggunaan varietas unggul berumur pendek serta benih tahan kekeringan.

Penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan): Pemerintah menargetkan distribusi 37.000 unit infrastruktur air serta tambahan 94.000 unit pompa air pada tahun 2026 guna mendukung produktivitas lahan.

Fokus wilayah strategis: Penguatan langkah antisipatif difokuskan pada daerah lumbung pangan nasional, termasuk Kabupaten Konawe yang memiliki luas baku sawah sekitar 40.956 hektare.

Selain itu, berdasarkan proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi iklim tahun 2026 diperkirakan sebagai berikut:

Awal musim kemarau terjadi secara bertahap mulai April hingga Juni 2026. Puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Agustus 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia, mencakup sekitar 61,4 persen wilayah terdampak.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe akan segera menindaklanjuti hasil Rakornas dengan menyusun langkah-langkah teknis di tingkat daerah, termasuk penguatan koordinasi dengan dinas terkait serta para petani.

Rakornas ini turut menghadirkan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Pertanian RI dan jajaran Direktorat Jenderal terkait, yang memaparkan kebijakan serta program prioritas nasional di bidang pertanian.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan upaya menjaga stabilitas produksi pangan nasional dapat berjalan optimal, sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.

Pemerintah Kabupaten Konawe berkomitmen untuk terus meningkatkan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah, demi kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan yang berkelanjutan.(*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.