Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6943 Lihat semua

FAKTA1.COM, ​SIDRAP, 25 April 2026 – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali mengukuhkan posisinya sebagai lumbung pangan nasional sekaligus pusat inovasi pertanian. Hal ini ditandai dengan kunjungan studi tiru dari Pemerintah Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, yang datang khusus untuk memelajari keberhasilan penerapan Indeks Pertanaman (IP) 300 dan sistem olah tanam modern di Bumi Nene Mallomo.

​Rombongan Pemkab Malinau yang dipimpin langsung oleh Bupati Malinau, Wempi Wellem Mawa, disambut hangat oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, bersama Wakil Bupati Nurkanaah.

Pertemuan ini berlangsung di tengah hamparan sawah Kelurahan Majelling dalam acara penanaman perdana Advance Agriculture System, Sabtu (25/4/2026).

​Adopsi Teknologi untuk Perbatasan Negara

​Bupati Malinau, Wempi Wellem Mawa, mengungkapkan bahwa kunjungannya bukan sekadar seremonial, melainkan misi strategis untuk membawa teknologi pertanian Sidrap ke wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

​”Kami datang untuk memelajari keunggulan sistem pertanian di Sidrap. Apa yang berhasil dilakukan petani dan pemerintah di sini akan kami bawa pulang untuk diimplementasikan bagi masyarakat kami, terutama mereka yang menjaga kedaulatan di garis perbatasan,” tegas Wempi.

​Pihaknya mengaku sangat tertarik dengan pola IP 300—di mana petani dapat memanen padi tiga kali dalam setahun—serta penggunaan mekanisasi pertanian modern yang terbukti meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

​Sidrap Terbuka untuk Kolaborasi Lintas Daerah

​Menanggapi hal tersebut, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyatakan rasa bangga dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemkab Malinau. Menurutnya, keberhasilan Sidrap adalah hasil sinergi antara kebijakan pemerintah dan etos kerja petani yang tinggi.

​”Kunjungan ini adalah kehormatan bagi kami. Sidrap sangat terbuka untuk berbagi pengalaman, berdiskusi, dan bersinergi. Kemajuan sektor pertanian tidak boleh dinikmati sendiri, harus disebarluaskan demi kedaulatan pangan nasional,” ujar Syaharuddin Alrif.

​Poin Utama Kunjungan Studi Tiru:

  • ​Implementasi IP 300: Strategi intensifikasi lahan untuk meningkatkan frekuensi panen tanpa merusak kualitas tanah.
  • ​Advance Agriculture System: Penerapan teknologi mulai dari pengolahan lahan, pembibitan, hingga pascapanen yang lebih efisien.
  • ​Manajemen Kelompok Tani: Bagaimana pemerintah daerah mengonsolidasikan petani untuk melek teknologi dan pasar.

​Kegiatan diakhiri dengan peninjauan langsung proses olah tanam menggunakan alat mesin pertanian modern, yang diharapkan menjadi bekal baru bagi Pemkab Malinau dalam merevolusi sektor pertanian di Kalimantan Utara.(*)

​Kontak Media:

  • Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
  • Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang
Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.