Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7011 Lihat semua

SIDRAP, FAKTA1.COM — Suasana tenang di Desa Lagading, Kecamatan Pitu Riase, mendadak mencekam pada Jumat sore (1/5/2026).

Insiden pengejaran yang dilakukan oleh sekelompok oknum aparat terhadap pemuda setempat berujung tragis, meninggalkan sejumlah korban luka-luka hingga mengalami patah tulang.

​Kronologi Penggerebekan yang Menegangkan
​Menurut saksi mata di lokasi, penggerebekan terjadi secara tiba-tiba. Sekelompok oknum yang diduga aparat datang dengan kecepatan tinggi dan langsung menyasar sebuah lokasi.

Aksi tersebut memicu kepanikan luar biasa di kalangan pemuda desa.


​”Warga kaget dan prihatin. Mereka datang cepat sekali, langsung gerebek. Anak-anak muda di sini ketakutan sampai lari kocar-kacir,” ungkap salah seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.


​Akibat aksi intimidasi dan pengejaran tersebut, beberapa pemuda dilaporkan terjatuh hingga mengalami cedera serius, termasuk patah kaki.
​Aroma Tak Sedap: Dugaan ‘Uang Setoran’
​Dibalik penggerebekan yang diduga terkait aktivitas penipuan online (passobis), muncul isu miring yang meresahkan warga.

Beredar informasi bahwa aksi ini bukan murni penegakan hukum, melainkan dipicu oleh urusan “jatah setoran” yang tersumbat.


​Berdasarkan keterangan narasumber di lapangan, oknum aparat dan para pemuda tersebut diduga sudah pernah bertemu sebelumnya untuk urusan transaksional.


​Dugaan Motif: Penagihan uang setoran yang macet.
​Klaim Warga: “Infonya sudah pernah bertemu dan beri sejumlah uang.

Mungkin setoran, Pak. Tapi kemarin tiba-tiba datang lagi dan mengejar mereka,” jelas warga berinisial (X).


​Warga menyayangkan jika benar penggerebekan tersebut hanya didasari motif ekonomi pribadi. “Kalau mau mengamankan, kenapa tidak dari dulu? Kenapa sekarang setelah ada isu setoran baru ada tindakan kasar seperti ini?” tambah warga tersebut.
​Kapolsek Pitu Riase Mengaku Kecolongan
​Menanggapi peristiwa panas di wilayah hukumnya, Kapolsek Pitu Riase, IPDA Zakaria, justru mengaku belum mendapatkan laporan resmi terkait aksi tersebut. Ia mengklaim baru mengetahui kejadian setelah dikonfirmasi oleh awak media.


​”Saya tidak tahu kalau ada penggerebekan seperti itu. Ini saya baru tahu setelah disampaikan (jurnalis). Nanti saya cek,” tegas IPDA Zakaria saat dikonfirmasi.


​Kondisi Terkini
​Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Lagading masih merasa was-was. Tindakan oknum yang dinilai represif dan diskriminatif ini menjadi buah bibir, mengingat aktivitas pemuda tersebut memang melanggar hukum, namun cara penindakan yang diduga “transaksional” juga dianggap tidak bisa dibenarkan.


​Pihak berwenang diharapkan segera mengusut tuntas siapa oknum di balik pengejaran berdarah ini agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi keamanan tetap terjaga.
​(*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.