Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7141 Lihat semua

SIDRAP, FAKTA1.COM – Harapan petani sawah tadah hujan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) untuk meningkatkan produktivitas lahan kini mulai menemui titik terang. Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, secara resmi menghadiri peresmian sekaligus uji pengaliran Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) program Instruksi Presiden (Inpres) yang berlokasi di Desa Rijang Panua, Kecamatan Kulo, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan ini menandai penyerahan aset secara simbolis dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap. Sebanyak delapan unit JIAT telah rampung dibangun dan tersebar di berbagai titik strategis di wilayah Bumi Nene Mallomo.

Solusi Konkret Lahan Tadah Hujan
Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak BBWS atas terealisasinya pembangunan infrastruktur pengairan ini. Menurutnya, keberadaan JIAT adalah jawaban atas keluhan klasik petani mengenai ketersediaan air.

“Terima kasih kepada BBWS yang telah membangun delapan unit JIAT di Sidrap. Program ini sangat bermanfaat karena persoalan air yang selama ini menjadi kendala utama petani kini mulai teratasi,” ujar Syaharuddin.

Genjot Program IP300 dan Produktivitas Tinggi
Tak sekadar meresmikan, Bupati Sidrap juga menetapkan target tinggi bagi sektor pertanian setempat. Dengan adanya jaminan pasokan air dari sumur bor ini, ia mendorong petani untuk segera mengimplementasikan program IP300—yakni pola tanam tiga kali dalam setahun.

Bupati optimistis bahwa dengan manajemen air yang baik, penggunaan benih seragam, dan

kekompakan kelompok tani, target produktivitas 10 ton per hektar bukan lagi hal yang mustahil.

Komitmen Menjaga Harga Gabah
Selain fokus pada teknis pengairan, Syaharuddin juga memberikan angin segar terkait stabilitas ekonomi petani. Ia mengungkapkan bahwa harga gabah saat ini cukup kompetitif di kisaran Rp7.300 hingga Rp7.500 per kilogram.

“Kami berkomitmen menjaga masyarakat dan petani Sidrap dari berbagai permasalahan. Insya Allah, kesejahteraan petani akan terus kami perjuangkan melalui pemantauan pasar agar harga tetap menguntungkan,” tegasnya di hadapan para petani.

Prioritas Kawasan Kering
Senada dengan hal tersebut, PPK Pendayagunaan Air Tanah BBWS Pompengan Jeneberang, Trisno Widodo, menjelaskan bahwa penempatan JIAT memang diprioritaskan bagi kawasan tadah hujan. Langkah ini diharapkan menjadi stimulus ekonomi yang signifikan bagi masyarakat perdesaan yang selama ini hanya mengandalkan curah hujan.

Acara diakhiri dengan peninjauan langsung fisik sumur JIAT oleh Bupati beserta rombongan, yang dilanjutkan dengan sesi dialog hangat bersama para petani mengenai kondisi pengairan di lapangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut:

  • Patahangi Nurdin (Asisten Ekonomi dan Pembangunan)
  • Andi Safari Renata (Kepala Dinas PSDA)
  • Suriyanto (Sekretaris Dinas Pertanian)
  • Arisal Asad (Camat Kulo)
  • Jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat. (*)
Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.