
Konawe, Fakta1.com — Sebanyak 70 siswa SDS IT Asy Syamil melaksanakan kunjungan edukatif ke Sanggar Dekranasda Kabupaten Konawe yang berlokasi di Kelurahan Unaaha, Kecamatan Unaaha, pada Rabu, 13 Mei 2026.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Wakil Ketua I Dekranasda Kabupaten Konawe, Dwi Agus Samaria, S.Pd.Gr, yang hadir mewakili Ketua Dekranasda Kabupaten Konawe, Hj. Hania, S.Pd., M.Pd., Gr., yang sempat terlambat hadir karena tengah mengikuti agenda penting lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa secara bergantian memasuki area sanggar untuk melihat langsung berbagai potensi kerajinan lokal khas Konawe. Mereka diperkenalkan dengan beragam hasil karya, mulai dari kerajinan anyaman, kain tenun, hingga pakaian adat yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal.
Dwi Agus Samaria menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya edukasi kepada generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai produk lokal sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa dapat memahami kekayaan budaya daerah serta menumbuhkan rasa bangga terhadap produk kerajinan lokal Konawe,” ujarnya.
Suasana kunjungan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif bertanya mengenai proses pembuatan kerajinan, filosofi motif kain tenun, hingga fungsi berbagai produk yang dipamerkan di dalam sanggar.
Kegiatan semakin semarak dengan adanya sesi games edukatif yang dipandu langsung oleh Wakil Ketua I Dekranasda. Dalam sesi ini, para siswa diberikan pertanyaan seputar kerajinan lokal dan budaya daerah. Bagi siswa yang berhasil menjawab dengan tepat, diberikan apresiasi sebagai bentuk motivasi belajar.
Ketua Dekranasda Kabupaten Konawe, Hj. Hania, S.Pd., M.Pd., Gr., yang kemudian hadir di tengah kegiatan, turut memberikan semangat dan pemahaman kepada para siswa terkait pentingnya mengenal serta melestarikan kerajinan dan tenunan daerah.
Dalam sesi wawancara, Hj. Hania menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari program tahunan SDS IT Asy Syamil yang bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung di lapangan.
“Pertama, karena sekolah ini memang memiliki program kunjungan edukatif setiap tahunnya. Dan tahun ini Dekranasda menjadi salah satu lokasi yang dipilih,” jelasnya.
Ia menambahkan, tujuan utama kunjungan ini adalah agar para siswa mengenal lebih dekat keberadaan dan fungsi Dekranasda, mulai dari peran, kegiatan, hingga fasilitas yang ada.
“Anak-anak juga sudah mendapatkan penjelasan langsung mengenai profil Dekranasda Kabupaten Konawe, sehingga mereka bisa memahami bagaimana peran lembaga ini dalam mendukung kerajinan dan produk lokal,” tambahnya.
Menurutnya, pada usia sekolah dasar, rasa ingin tahu anak-anak masih sangat tinggi. Kunjungan seperti ini menjadi ruang bagi mereka untuk bertanya, mengeksplorasi, dan memahami hal-hal baru yang sebelumnya
“Apa yang mereka dapatkan hari ini diharapkan bisa mereka ceritakan kembali kepada orang tua, teman, dan keluarga. Dengan begitu, Dekranasda bisa semakin dikenal luas melalui pengalaman mereka,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hj. Hania mengungkapkan bahwa kerajinan unggulan di Dekranasda Konawe masih didominasi oleh produk anyaman, serta kain tenun khas daerah yakni Tenun Tadir yang menjadi identitas lokal Kabupaten Konawe.
Ia juga menegaskan bahwa Dekranasda memiliki peran besar sebagai wadah bagi para pelaku UMKM dalam menyalurkan kreativitas dan mempromosikan produk lokal.
“Dekranasda menjadi etalase produk-produk unggulan UMKM Konawe. Setiap tamu yang datang bisa langsung melihat dan mengenal hasil karya para pelaku UMKM kita,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga terus mendorong generasi muda untuk berkarya dengan belajar dari karya-karya sebelumnya, kemudian mengembangkan inovasi agar produk yang dihasilkan semakin modern dan mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Dalam upaya menarik minat generasi muda agar lebih mencintai produk lokal, Dekranasda menerapkan langkah konkret dengan mewajibkan seluruh pengurus untuk menggunakan produk UMKM asal Konawe.
“Ini menjadi promosi tidak langsung. Ketika produk itu digunakan, orang lain akan penasaran dan bertanya. Dari situ kita bisa memperkenalkan produk-produk lokal kita lebih luas,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan guru SDS IT Asy Syamil, Agusrin, S.Pi., saat diwawancarai menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan edukatif ini dilaksanakan dengan menyesuaikan tema pembelajaran di setiap jenjang kelas. Mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, para siswa diarahkan mengunjungi lokasi yang relevan dengan materi yang sedang dipelajari di sekolah.
Ia menjelaskan, khusus untuk siswa kelas 5, kunjungan ke Dekranasda sangat berkaitan dengan mata pelajaran seni dan budaya. Para siswa diajak secara langsung untuk melihat, mengenal, dan memahami berbagai bentuk kerajinan serta kekayaan budaya lokal yang ada di Kabupaten Konawe.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar secara teori di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata di lapangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal sejak dini, sekaligus mendorong siswa agar lebih menghargai hasil karya para pengrajin daerah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi para siswa, sekaligus menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk mencintai dan melestarikan kerajinan lokal di tengah arus modernisasi.(*)








Tinggalkan Balasan