
KENDARI, FAKTA1.COM — Hubungan emosional dan sinergi antardaerah kembali diperkuat. Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, bersama Ketua DPRD Sidrap, Takyuddin Masse, dan rombongan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap mendarat di Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Kamis (28/5/2026).
Kedatangan orang nomor satu di Bumi Nene Mallomo ini disambut hangat oleh Ketua Kerukunan Keluarga Bugis Sulawesi Tenggara (Kebugis Sultra), Amir Ali, beserta jajaran pengurus dan masyarakat Bugis perantauan di Kendari.
Sebagai bentuk penghormatan dan simbol eratnya tali kekeluargaan antara perantau dengan pemerintah daerah, Bupati Sidrap dipasangkan tutup kepala dan kain adat setempat dalam prosesi penyambutan tradisional.
Agenda Padat di Bumi Anoa (28–30 Mei 2026)
Kunjungan kerja yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ini membawa misi penting, mulai dari penguatan hubungan kemasyarakatan, kerja sama antardaerah, hingga koordinasi tingkat nasional.
Berikut adalah sejumlah agenda utama Bupati Sidrap selama berada di Kendari:
- Sinergi Antardaerah & Silaturahmi: Penandatanganan nota kesepahaman
(MoU) antara Pemkab Sidrap dan Pemerintah Kota Kendari, yang dirangkaikan dengan acara halalbihalal bersama masyarakat asal Sidrap yang menetap di Kendari.TRENDING
- Jaminan Sosial: Monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dalam rangka akselerasi pencapaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ).
- Apresiasi Kinerja: Menghadiri gelaran bergengsi Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sulawesi.
Dialog Bersama Jajaran Menteri
Tidak hanya agenda lokal, Bupati dan Wakil Bupati Sidrap juga dijadwalkan menghadiri pertemuan strategis di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara. Mereka akan mengikuti pengarahan sekaligus dialog langsung bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Kunjungan ini diharapkan mampu membawa dampak positif, baik bagi penguatan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Sidrap maupun bagi kesejahteraan warga perantauan di Sulawesi Tenggara.








Tinggalkan Balasan