
KONAWE, FAKTA1.COM — Insiden hampir terjadinya kebakaran terjadi di Gedung H. Ardin, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, pada Rabu (22 Juli 2026), yang diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik. Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan perkantoran sebelum akhirnya berhasil dikendalikan dengan cepat oleh petugas dan pihak terkait.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, percikan api pertama kali terlihat berasal dari salah satu panel instalasi listrik di dalam Gedung H. Ardin. Api yang disertai kepulan asap cukup tebal sempat membuat sejumlah pegawai panik dan berusaha menyelamatkan diri keluar ruangan. Bahkan, terdengar suara ledakan dari arah instalasi listrik yang berada di bagian atas gedung.
Anggota DPRD Kabupaten Konawe, Fakrudin, S.Hut., saat diwawancarai menjelaskan bahwa sebelum api terlihat membesar, sempat terdengar suara ledakan dari kabel listrik.
“Api berasal dari kabel listrik di bagian atas, dan sempat terdengar suara ledakan yang membuat orang-orang langsung keluar dari dalam gedung karena instalasi listrik sudah dalam kondisi menyala dan berbahaya,” ungkapnya.
- PKB Genap 28 Tahun, Ketua DPC Sidrap Sampaikan Pesan Menyentuh untuk Kader
- Enrekang Bikin Kejutan di Jamsostek Award 2026, Bupati Yusuf Ungkap Strategi Lindungi Pekerja Rentan
- Bupati Sidrap Datangi Lokasi Kebakaran di Talumae, Serahkan Bantuan dan Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Fakrudin juga mengapresiasi respons cepat dari para pegawai, khususnya tenaga PPPK, yang sigap melakukan penanganan awal sebelum api membesar.
“Alhamdulillah, ada teman-teman PPPK yang begitu lincah bergerak memadamkan api di luar gedung, tepatnya pada bagian kabel listrik yang sempat menyala,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak terkait pentingnya pengecekan dan pemeliharaan rutin terhadap instalasi listrik, khususnya di lingkungan perkantoran.
“Peristiwa ini harus menjadi perhatian bersama. Kita tidak ingin kejadian serupa terulang kembali, sehingga perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan di gedung ini,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mendorong adanya peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dasar penanganan keadaan darurat, termasuk penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), agar seluruh pegawai dapat bertindak cepat dan tepat saat terjadi situasi
- PKB Genap 28 Tahun, Ketua DPC Sidrap Sampaikan Pesan Menyentuh untuk Kader
- Enrekang Bikin Kejutan di Jamsostek Award 2026, Bupati Yusuf Ungkap Strategi Lindungi Pekerja Rentan
- Bupati Sidrap Datangi Lokasi Kebakaran di Talumae, Serahkan Bantuan dan Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Konawe, Tam Sati Tam, S.H., yang berada langsung di lokasi kejadian, menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab insiden tersebut adalah korsleting listrik akibat gangguan teknis pada instalasi.
“Kami bergerak cepat begitu menerima laporan dari lokasi. Dugaan awal memang akibat korsleting listrik, namun kami tetap akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti serta mengantisipasi kemungkinan kejadian serupa,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Konawe, Jemi Syafrul Imran, S.E., yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, menuturkan bahwa saat peristiwa terjadi dirinya tengah berada di dalam gedung bersama beberapa staf.
“Saat itu kami sedang berdiskusi, tiba-tiba terdengar suara seperti petasan. Saya langsung memerintahkan staf untuk melakukan pengecekan. Tidak lama kemudian terlihat kepulan asap dan beberapa orang mulai berlarian keluar ruangan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam situasi tersebut dirinya berinisiatif mengambil alat pemadam api ringan (APAR) dan langsung melakukan penyemprotan ke arah panel atau sentral listrik yang telah mengeluarkan api.
“Awalnya terdengar seperti suara petasan, kemudian muncul asap yang cukup tebal. Kami langsung berupaya mengamankan area serta menghubungi petugas pemadam. Alhamdulillah, api dapat segera dikendalikan dan tidak sampai membesar,” tambahnya.
Jemi Syafrul Imran, S.E., berharap agar setiap staf dapat memperoleh pelatihan dasar penanggulangan kebakaran secara berkala dan terstruktur guna meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan dalam menghadapi situasi darurat.
Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun demikian, kejadian tersebut menjadi catatan penting bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melakukan langkah-langkah antisipatif, termasuk pemeriksaan berkala terhadap instalasi listrik, guna memastikan keamanan dan keselamatan seluruh aktivitas di Gedung DPRD Kabupaten Konawe tetap terjaga.(*)








Tinggalkan Balasan