
SIDRAP, Fakta1.com — Pembangunan rabat beton di Jalan Pabbareseng, Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), menuai sorotan warga. Jalan yang disebut baru dikerjakan sekitar satu hingga dua bulan itu dikeluhkan telah menunjukkan sejumlah keretakan pada permukaan beton.
Keluhan warga mencuat setelah beredar rekaman video yang memperlihatkan kondisi jalan tersebut, Rabu (5/8/2026).
Dalam rekaman itu, warga menunjukkan beberapa titik permukaan rabat beton yang disebut telah mengalami keretakan. Selain retakan, kondisi permukaan jalan juga disoroti karena tampak berdebu dan dinilai tidak sepadat yang diharapkan untuk konstruksi yang relatif baru.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kualitas pekerjaan, terlebih usia pembangunan disebut masih tergolong sangat muda. Jika keterangan warga mengenai waktu pengerjaan tersebut benar, muncul pertanyaan mendasar: mengapa rabat beton yang baru berumur sekitar satu hingga dua bulan sudah memperlihatkan keretakan?
Warga Minta Mutu Beton Diperiksa
Warga berharap persoalan tersebut tidak berhenti sebatas menjadi keluhan di media sosial maupun rekaman video. Pemerintah desa dan instansi teknis terkait diminta segera melakukan pemeriksaan langsung untuk mengetahui penyebab munculnya keretakan.
Pemeriksaan teknis dinilai penting karena keretakan pada beton dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, penyebabnya tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan kondisi visual semata.
Perlu dilakukan pengecekan terhadap:
- Spesifikasi pekerjaan
- Ketebalan konstruksi
- Mutu dan komposisi beton
- Proses pemadatan
- Kondisi dasar jalan
- Metode pengerjaan hingga proses perawatan beton setelah pengecoran
Hasil pemeriksaan itulah yang nantinya dapat menjawab apakah keretakan masih dalam kategori yang dapat ditoleransi secara teknis atau justru menunjukkan adanya persoalan terhadap mutu pekerjaan.
Warga khawatir apabila kondisi tersebut tidak segera ditangani, kerusakan akan semakin meluas sehingga umur manfaat jalan menjadi jauh lebih pendek dari yang direncanakan. Padahal, setiap pembangunan infrastruktur yang menggunakan uang publik seharusnya memberikan manfaat maksimal dan memiliki kualitas sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.
Sumber Anggaran dan Nilai Pekerjaan Perlu Dibuka
Selain persoalan fisik, transparansi proyek juga menjadi hal yang krusial. Hingga berita ini disusun, media ini masih membutuhkan keterangan resmi mengenai:
- Sumber anggaran
- Nilai pekerjaan
- Volume dan panjang rabat beton
- Spesifikasi teknis
- Pelaksana pekerjaan
- Waktu pelaksanaan serta mekanisme pengawasannya
Informasi tersebut penting dibuka kepada masyarakat agar kondisi jalan yang dipersoalkan dapat dibandingkan secara objektif dengan perencanaan dan spesifikasi pekerjaan. Jika pembangunan
Jika Ditemukan Ketidaksesuaian, Warga Minta Ditindaklanjuti
Warga juga berharap aparat penegak hukum maupun lembaga yang memiliki kewenangan pengawasan dapat memberikan perhatian apabila nantinya pemeriksaan menemukan indikasi penyimpangan. Namun demikian, kondisi retak pada jalan tidak serta-merta dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya tindak pidana ataupun penyalahgunaan anggaran.
Diperlukan pemeriksaan dokumen dan teknis terlebih dahulu untuk memastikan apakah pekerjaan telah sesuai kontrak atau perencanaan, spesifikasi, serta volume yang ditetapkan.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan ketidaksesuaian, barulah perlu ditelusuri lebih jauh mengenai penyebab dan pihak yang bertanggung jawab. Sebaliknya, jika pekerjaan telah sesuai spesifikasi dan keretakan terjadi akibat faktor lain, pemerintah maupun pelaksana pekerjaan juga perlu menjelaskannya secara terbuka kepada masyarakat.
Kades Mattirotasi Belum Berikan Klarifikasi
Media ini telah berupaya menghubungi Kepala Desa Mattirotasi, Bahar Idris, melalui pesan WhatsApp untuk meminta penjelasan mengenai pembangunan rabat beton Jalan Pabbareseng tersebut. Konfirmasi diperlukan terutama untuk memperoleh informasi mengenai sumber dan nilai anggaran, pelaksana kegiatan, spesifikasi pekerjaan, serta langkah pemerintah desa menyikapi keluhan warga.
Hingga berita ini diterbitkan, Bahar Idris belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi terkait kondisi jalan yang dipersoalkan tersebut. Belum adanya keterangan dari pemerintah desa membuat sejumlah pertanyaan mengenai pekerjaan tersebut masih belum terjawab.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Kepala Desa Mattirotasi, pelaksana pekerjaan, instansi teknis, maupun pihak lain yang terkait. Klarifikasi tersebut penting agar masyarakat memperoleh informasi secara utuh dan persoalan tidak berkembang hanya berdasarkan dugaan.
Satu hal yang kini ditunggu warga adalah pemeriksaan langsung di lapangan. Sebab, pembangunan jalan bukan hanya persoalan pekerjaan selesai dan anggaran terserap, melainkan memastikan apakah konstruksi tersebut benar-benar berkualitas, bertahan sesuai umur rencana, dan memberikan manfaat jangka panjang kepada masyarakat. Terlebih jika rabat beton Jalan Pabbareseng memang baru selesai sekitar satu hingga dua bulan lalu, munculnya keretakan sejak dini sudah selayaknya menjadi perhatian dan segera diperiksa secara teknis agar jalan yang seharusnya dinikmati masyarakat bertahun-tahun tidak mulai menunjukkan persoalan ketika usianya baru seumur jagung.
(Tim)









Tinggalkan Balasan