Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 8073 • Lihat semua

KENDARI, FAKTA1.COM — Pemerintah tengah memperkuat berbagai langkah untuk menjaga harga pangan sekaligus memperbaiki kesejahteraan petani dan nelayan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah menyiapkan bantuan beras bagi 33,2 juta penerima manfaat. Setiap keluarga mendapat 30 kilogram beras untuk periode Oktober hingga Desember.

Pemerintah juga menyiapkan 1 juta ton beras subsidi dengan harga Rp12.500 per kilogram serta 150 ribu ton jagung subsidi seharga Rp5.000 per kilogram.

“Pemerintah hadir melalui operasi pasar dan beras subsidi agar masyarakat tetap mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau,” ujar Zulkifli.

Namun, di balik upaya menekan harga pangan, persoalan nelayan masih menjadi pekerjaan besar.

Zulkifli menyebut Nilai Tukar Nelayan (NTN) baru berada di angka 103. Kondisi itu membuat ruang keuntungan nelayan sangat tipis, terlebih ketika mereka tidak memiliki fasilitas penyimpanan hasil tangkapan.

“Ikan harusnya Rp5 juta, ditawar Rp1 juta, tetap dijual karena tidak ada cold storage,” tegasnya.

Pemerintah menargetkan NTN naik menjadi 120 tahun depan. Sebanyak 5.000 kampung nelayan akan dibangun secara bertahap, dilengkapi cold storage, pabrik es, balai lelang dan SPBN.

Di sektor pertanian, pemerintah juga mendorong mekanisasi untuk menekan biaya produksi. Zulkifli menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat dari 116 menjadi 129.

Langkah lain diarahkan ke desa melalui target pembentukan 80.000 Koperasi Desa (Kopdes), yang diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Usai memberikan pengarahan, Zulkifli meninjau Pasar Pangan Murah di kawasan Tugu Religi Kendari. Ia membeli bawang merah dan telur sekaligus melihat langsung aktivitas perdagangan di lokasi tersebut.

Zulkifli menegaskan program pangan merupakan agenda nasional yang tidak bisa dikerjakan pemerintah pusat seorang diri.

“Mendasar, besar, skala nasional. Perlu waktu. Saya minta dukungan semua pihak,” pungkasnya.

Gubernur Sulawesi Tenggara menyatakan siap mendukung program tersebut, termasuk pembangunan kampung nelayan dan Kopdes di Sultra.

Menko Pangan Zulkifli Hasan: Masalah Nelayan Tanpa Cold Storage Jadi Pekerjaan Besar Pemerintah

Terima kasih telah membaca artikel ini. Temukan informasi dan berita terbaru lainnya melalui kanal resmi kami.

Ikuti informasi terbaru melalui Saluran WhatsApp .