Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 8072 • Lihat semua

KONAWE — Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe terus memperkuat peran kader PKK dalam menggerakkan masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Orientasi PHBS bagi Kader Pokja IV PKK Kecamatan se-Kabupaten Konawe Tahun 2026, yang digelar Selasa (6/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang pembekalan bagi para kader untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menyampaikan edukasi kesehatan kepada keluarga maupun masyarakat di wilayah masing-masing.

Orientasi tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, Yones, S.E., M.M. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh kader Pokja IV PKK untuk mengambil peran lebih aktif sebagai penggerak perubahan perilaku hidup sehat di tengah masyarakat.

Yones menilai keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya bergantung pada program dan pelayanan pemerintah. Dukungan kader yang berada dekat dengan masyarakat juga dinilai memiliki peran penting dalam mendorong terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Melalui Orientasi PHBS, Kita Tingkatkan Kapasitas Kader Pokja IV PKK Kecamatan sebagai Penggerak Keluarga dan Masyarakat untuk Hidup Bersih dan Sehat.”

Menurut Yones, PKK, khususnya Pokja IV, merupakan salah satu mitra strategis pemerintah dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Karena itu, kader diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi mampu menerjemahkannya dalam bentuk edukasi dan pendampingan langsung kepada masyarakat.

Sejumlah indikator PHBS juga menjadi perhatian yang perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat. Di antaranya persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif, pemanfaatan Posyandu, penggunaan jamban sehat, konsumsi buah dan sayur, hingga kebiasaan melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin.

“Orientasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat peran kader sebagai motor penggerak kesehatan di wilayah masing-masing,” ujar Yones.

Selain PHBS, penguatan fungsi Posyandu turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Yones menekankan agar keberadaan Posyandu tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi benar-benar aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Setiap Posyandu juga diharapkan memiliki data yang tertib serta melaksanakan pencatatan dan pelaporan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Menurutnya, data yang baik menjadi salah satu dasar penting dalam melihat perkembangan pelaksanaan program kesehatan sekaligus menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan.

Yones juga mengingatkan pentingnya dokumentasi, publikasi, dan pelaporan dalam setiap kegiatan kesehatan. Ketiga aspek tersebut diperlukan agar pelaksanaan program dapat dipantau dan dievaluasi secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan dan kabupaten hingga provinsi dan pemerintah pusat.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan dan PHBS.

Selain Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, materi juga disampaikan oleh dr. H. M. Agus S. Lahida, MMR., sebagai narasumber dari Kabupaten Konawe.

Sementara dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, hadir Heru Prasetyo, S.KM., dan Jawariah Abdullah, S.KM., M.Si.

Kedua narasumber tersebut memberikan materi sesuai bidang keahlian dan substansi kegiatan, sehingga para kader memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan PHBS dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Pembekalan tersebut mencakup penguatan pengetahuan tentang PHBS, pelaksanaan program kesehatan, peningkatan kapasitas kader, serta peran Pokja IV PKK dalam mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus meneruskannya kepada keluarga dan masyarakat di wilayah masing-masing.

Dengan demikian, edukasi PHBS tidak berhenti pada kegiatan orientasi, tetapi dapat terus dilakukan secara berkelanjutan hingga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, TP-PKK Kabupaten Konawe, dan Pokja IV PKK Kecamatan dalam mendukung pembangunan kesehatan daerah.

Dengan semakin kuatnya kapasitas dan peran kader, gerakan hidup bersih dan sehat diharapkan semakin luas diterapkan di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, upaya tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya keluarga yang sehat, lingkungan yang bersih, serta masyarakat Kabupaten Konawe yang semakin sehat.

Kadis Kesehatan Konawe Ajak Kader PKK Jadi Motor Penggerak Hidup Sehat

Terima kasih telah membaca artikel ini. Temukan informasi dan berita terbaru lainnya melalui kanal resmi kami.

Ikuti informasi terbaru melalui Saluran WhatsApp .