Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7730 Lihat semua

Makassar, Fakta1.Com — Medan laga informasi kini telah bergeser. Tak lagi sekadar beradu tajam di ruang-ruang redaksi, pertarungan fakta hari ini tumpah ruah ke lini masa media sosial, grup-grup percakapan privat, hingga guliran video pendek yang membanjiri layar gawai masyarakat setiap detik. Di tengah derasnya arus disinformasi, Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulawesi Selatan mengambil langkah taktis: memperluas benteng pertahanan profesionalisme hingga ke akar rumput daerah.
Setelah sukses menancapkan tonggak awal dan melantik kepengurusan di Kabupaten Wajo, KJI Sulsel kini secara resmi membidik tiga wilayah strategis berikutnya: Soppeng, Pinrang, dan Palopo.

Ekspansi ini bukan tanpa alasan mendasar. Profesi jurnalis hari ini tengah diuji oleh disrupsi zaman yang ekstrem, di mana kecepatan kerap menyingkirkan akurasi, dan konten-konten viral lebih dulu dipercaya ketimbang karya jurnalistik hasil verifikasi ketat.

Alarm Nyaring bagi Jurnalisme Daerah
Ketua KJI Sulsel, Edy Basri, menegaskan bahwa situasi ini merupakan alarm keras bagi ekosistem pers di tingkat lokal.

“Arus informasi saat ini luar biasa cepat. Tantangannya bukan lagi sekadar menyampaikan berita, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Edy di Makassar, Sabtu (8/8/2026).

Baginya, pembentukan struktur di daerah bukan sekadar ajang memperluas birokrasi organisasi, melainkan upaya kolektif merawat kewarasan publik dari gempuran hoaks dan informasi liar.

Usai Wajo, Kabupaten Soppeng dijadwalkan menjadi daerah berikutnya yang merampungkan kepengurusan. Menyusul setelahnya, Pinrang dan Palopo dipersiapkan sebagai simpul penguatan jaringan KJI di Bumi

Ajatappareng dan Luwu Raya.

Menakar Titik Strategis Ekspansi
Pemilihan Soppeng, Pinrang, dan Palopo didasari oleh peta kebutuhan informasi yang krusial di wilayah tersebut:

Soppeng: Dikenal memiliki dinamika sosial serta tata kelola pemerintahan yang bergerak cepat.

Pinrang: Berdiri sebagai salah satu episentrum ekonomi dan lumbung pertanian terbesar di kawasan Ajatappareng.

Palopo: Berperan vital sebagai pusat aktivitas informasi dan pemerintahan utama di wilayah Luwu Raya.

Ketiga daerah ini dinilai memiliki urgensi tinggi untuk menghadirkan ekosistem pers lokal yang sehat, di tengah tekanan ekonomi media dan godaan algoritma digital yang mengabaikan standar etika demi mengejar klik semata.

Menyongsong Babak Baru Jurnalisme
Di saat kepercayaan publik terhadap informasi digital kian tergerus akibat kaburnya batas antara berita, opini, dan propaganda, KJI Sulsel hadir membawa semangat solidaritas.

“Kami ingin jurnalis daerah tidak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi menjadi penting agar kualitas informasi publik tetap terjaga,” pungkas Edy.

Langkah ekspansi KJI ini menandai babak baru pertarungan informasi di Sulawesi Selatan. Hari ini, perlombaan media bukan lagi soal siapa yang paling gesit memuntahkan kabar, melainkan siapa yang paling kokoh berdiri sebagai mercusuar kepercayaan.

Sebab di tengah banjir informasi yang kian tak terkendali, kepercayaan publik kini telah bertransformasi menjadi komoditas paling mahal yang tengah diperebutkan.(Fs)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.