
TOLIKARA — Gebrakan Pemerintah Kabupaten Tolikara di bawah kepemimpinan Bupati Willem Wandik, S.Sos dan Wakil Bupati Yotam Wonda mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
Dalam sepekan terakhir, dua kementerian dalam Kabinet Merah Putih, yakni Kementerian Agama RI dan Kementerian Pariwisata RI, memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi, program serta langkah Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam mengembangkan potensi daerah.
Apresiasi tersebut menjadi sinyal positif bahwa geliat pembangunan Tolikara mulai mendapat perhatian lebih luas di tingkat nasional.
Dari sektor keagamaan, apresiasi disampaikan Direktur Urusan Agama Kristen Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Luksen Jems Mayor.
Saat melakukan kunjungan ke Tolikara, Luksen menilai daerah tersebut merupakan salah satu contoh keberagaman yang terawat di Tanah Papua Pegunungan.
Menurut dia, kondisi tersebut tidak terlepas dari peran pemerintah daerah dalam menciptakan ruang kehidupan yang harmonis bagi masyarakat.
“Tolikara adalah kebhinekaan yang terawat. Pemimpinnya mampu mengayomi dan masyarakatnya memiliki toleransi yang tinggi, baik antar sesama maupun terhadap para pendatang,” ujar Luksen.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan keagamaan yang secara intensif digelar Pemerintah Kabupaten Tolikara bersama masyarakat dan lembaga keagamaan.
Salah satunya adalah pelaksanaan berbagai agenda besar keagamaan, termasuk kegiatan Sidang GIDI serta sejumlah kegiatan lainnya yang dinilai memiliki dampak positif terhadap kehidupan sosial masyarakat.
“Tolikara merupakan kabupaten pertama di Papua Pegunungan yang kami kunjungi dan ini merupakan amanat langsung dari Bapak Menteri Agama RI,” katanya.
Tolikara Dinilai Punya Kekuatan Networking di Tingkat Nasional
Tidak hanya mengapresiasi kehidupan keagamaan dan toleransi masyarakat, Luksen juga menyoroti kemampuan Pemerintah Kabupaten Tolikara membangun jejaring komunikasi hingga ke tingkat nasional.
Menurutnya, kekuatan networking yang dimiliki Bupati Tolikara Willem Wandik cukup baik sehingga berbagai perkembangan di daerah tersebut dapat memperoleh perhatian di tingkat pusat.
Hal ini dinilai menjadi modal penting bagi Tolikara dalam mempercepat pembangunan, terutama ketika pemerintah daerah mampu menghubungkan potensi lokal dengan dukungan pemerintah pusat.
Kemenpar: Tolikara Punya Modal Besar di Sektor Pariwisata
Apresiasi serupa datang dari Kementerian Pariwisata RI.
Kementerian Pariwisata melihat Tolikara memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Papua Pegunungan.
Wakil Menteri Pariwisata RI Nilu Puspa memberikan apresiasi terhadap perkembangan sektor pariwisata dan berbagai kegiatan wisata yang mulai digencarkan Pemerintah Kabupaten Tolikara.
Menurutnya, potensi alam dan kekayaan budaya Tolikara menjadi modal penting untuk membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Terlebih, pemerintah daerah dinilai
“Tolikara punya keinginan untuk memajukan pariwisata lokal yang dimiliki, ditambah lagi kepala daerahnya visioner,” kata Nilu Puspa.
Ia berharap berbagai kegiatan pariwisata di Tolikara dapat digelar secara konsisten, kreatif dan mampu menarik perhatian wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Kita berharap agar kegiatan pariwisata bisa konsisten, menarik dan menarik perhatian wisatawan lokal dan luar negeri. Kita akan support,” tegasnya.
Kementerian Pariwisata, lanjutnya, terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah yang memiliki potensi sekaligus kemauan kuat untuk mengembangkan sektor pariwisatanya.
Kepemimpinan Willem Wandik-Yotam Wonda Jadi Penggerak
Dua apresiasi dari kementerian tersebut tidak datang begitu saja.
Langkah Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam mengangkat potensi daerah menjadi salah satu faktor yang membuat Tolikara semakin mendapat perhatian pemerintah pusat.
Di bawah kepemimpinan Willem Wandik dan Yotam Wonda, berbagai potensi daerah mulai dikemas melalui kegiatan keagamaan, budaya, pariwisata hingga promosi potensi lokal.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan Tolikara tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan identitas daerah, kerukunan masyarakat, ekonomi kreatif, budaya dan pariwisata.
Tolikara memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Bentang alam pegunungan, lembah, udara yang sejuk, kehidupan masyarakat yang masih kuat memegang budaya serta kehidupan sosial-keagamaan yang kental menjadi modal besar untuk membangun sektor pariwisata.
Jika dikelola secara konsisten dan profesional, bukan tidak mungkin Tolikara ke depan mampu muncul sebagai salah satu destinasi wisata yang paling diperhitungkan di Indonesia.
Potensi tersebut semakin terbuka ketika pemerintah daerah mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat, pelaku usaha, komunitas, masyarakat adat dan generasi muda.
Dua apresiasi kementerian dalam satu pekan ini pun menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Tolikara untuk terus bergerak.
Bagi Tolikara, perhatian dari pemerintah pusat bukan sekadar penghargaan, tetapi juga tantangan untuk membuktikan bahwa potensi yang dimiliki dapat diubah menjadi kekuatan pembangunan.
Dari tanah pegunungan Papua, Tolikara perlahan menunjukkan wajah barunya: daerah yang menjaga toleransi, merawat budaya, menghidupkan kegiatan keagamaan dan mulai serius menjadikan pariwisata sebagai bagian dari masa depan ekonomi masyarakat.
Tolikara tidak hanya sedang membangun daerahnya. Tolikara sedang membangun sebuah identitas baru sebagai salah satu wajah Papua Pegunungan yang toleran, berbudaya dan memiliki daya tarik wisata.(*)









Tinggalkan Balasan