Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7744 Lihat semua

SIDRAP, FAKTA1.COM – Suasana mencekam dan penuh tanda tanya menyelimuti Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Dua warga setempat berinisial B dan S secara misterius diamankan oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai aparat kepolisian pada Selasa dini hari, 11 Agustus 2026.

Peristiwa yang terjadi di wilayah Rappang ini sontak menggegerkan warga sekitar. Hingga detik ini, identitas pasti para pelaku penjemputan masih menjadi teka-teki besar—apakah mereka benar-benar aparat penegak hukum yang sah, ataukah ada sindikat lain di balik layar?

Dituding Terkait Jaringan Hitam, Keluarga Diminta Siapkan Baju ke Makassar

Berdasarkan informasi yang beredar di lapangan, B dan S disebut-sebut terseret dalam pusaran perkara gelap narkotika. Kendati demikian, hingga kini belum ada satu pun barang bukti yang ditunjukkan, dan status hukum kedua warga tersebut masih abu-abu alias belum jelas.

Kepanikan keluarga pun memuncak tatkala istri B mendadak dihubungi oleh rekan korban, yang kemudian dikuatkan oleh sambungan telepon misterius dari seseorang yang mengaku sebagai petugas. Tanpa penjelasan rinci mengenai prosedur hukum, sang penelepon secara mengejutkan meminta pihak keluarga untuk segera menyiapkan pakaian dan membawanya menyusul ke Kota Makassar.

“Ada yang menelpon saya, Pak. Katanya, siapkan pakaiannya dan kita bawakan ke Makassar,” ungkap istri B dengan nada cemas menirukan percakapan horor tersebut.

Instruksi mendadak

ini membuat pihak keluarga menduga kuat bahwa B dan S telah digelandang secara diam-diam menuju Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel). Namun, ketidakpastian ini kian menyiksa batin keluarga lantaran tidak ada secarik surat resmi atau pemberitahuan formal yang diterima.

Polisi Cuci Tangan? Kasat Res Narkoba Sidrap Mengaku “Buta”
Misteri penjemputan paksa ini semakin pekat setelah awak media mencoba mengonfirmasi langsung kepada Kasat Res Narkoba Polres Sidrap, AKP Andry. Di luar dugaan, perwira kepolisian tersebut menyatakan tidak tahu menahu persoalan penangkapan yang menyeret warga wilayah hukumnya.

Upaya investigasi lanjutan terus dikebut oleh awak media guna menguak tabir gelap ini, termasuk memburu konfirmasi langsung ke Polda Sulsel demi memastikan:

Siapa sebenarnya aktor di balik kelompok penyergap tersebut?

Apa dasar hukum penangkapan B dan S?

Di mana posisi pasti kedua warga Sidrap kini disekap?

Hingga berita ini diturunkan dan dipublikasikan, belum ada satu pun keterangan resmi dari instansi kepolisian manapun yang membenarkan keabsahan informasi penangkapan sensasional ini. Publik kini menanti, apakah ini bagian dari operasi senyap penegakan hukum atau justru insiden di luar prosedur? (*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.