
KONAWE — Pemerintah kembali menggelontorkan bantuan pangan ke masyarakat Kabupaten Konawe. Melalui Perum BULOG Kantor Cabang Unaaha, sebanyak 985.830 kilogram atau sekitar 985,8 ton beras disiapkan untuk dibagikan kepada 32.861 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Bantuan itu mencakup kebutuhan pangan selama tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
BULOG menggunakan pola one shoot. Dengan mekanisme tersebut, penerima tidak menerima bantuan secara bertahap setiap bulan, melainkan langsung memperoleh 30 kilogram beras untuk tiga bulan.
Kepala BULOG Kantor Cabang Unaaha, Hendra Dionisius, mengatakan mekanisme tersebut mengacu pada petunjuk teknis Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Metode ini sesuai dengan petunjuk teknis dari Bapanas untuk memastikan efisiensi dan efektivitas distribusi,” kata Hendra kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).
Penyaluran perdana dilakukan di Kompleks Pergudangan Tuoy. Sejumlah pejabat dan petugas terkait turut hadir, di antaranya Kepala Gudang Bulog Tuoy Aswan, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Konawe Hj. Muharni Rasjid, S.Tp., M.Si., serta Korcam Perum Bulog Kecamatan Unaaha sekaligus Pendamping Sosial Kecamatan Unaaha, Karaeng Azis.
Yang menarik, jumlah penerima bantuan kali ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Ada 2.014 KPM tambahan yang masuk dalam daftar penerima.
Total penerima kini mencapai 32.861 keluarga yang tersebar di 28 kecamatan di Kabupaten Konawe.
Pertambahan jumlah penerima itu menunjukkan bahwa persoalan akses pangan masih menjadi perhatian pemerintah. Di sisi lain, bertambahnya penerima juga membuat akurasi data menjadi penting agar bantuan tidak salah sasaran.
BULOG menyebut data penerima bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial pada desil 1 sampai 4.
Penetapan penerima dilakukan oleh Bapanas melalui koordinasi tingkat kementerian dan lembaga. Dengan demikian, daftar penerima bukan semata-mata ditentukan oleh BULOG di tingkat daerah.
Bantuan pangan tersebut memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar membagikan beras.
Di tingkat rumah tangga, bantuan diharapkan mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Pada level yang
Namun, efektivitas program pada akhirnya ditentukan oleh satu hal sederhana: apakah beras benar-benar sampai kepada orang yang berhak menerimanya.
Karena itu, ketepatan data, kualitas beras, jumlah bantuan dan mekanisme distribusi menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari program tersebut.
Hendra memastikan BULOG melakukan pengawasan terhadap kualitas dan kuantitas beras sebelum bantuan disalurkan.
“Kami berkomitmen menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab. BULOG siap bersinergi dengan berbagai pihak untuk mendukung pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial serta menjaga akses pangan masyarakat,” ujarnya.
Program ini merupakan kelanjutan dari peluncuran penyaluran Bantuan Pangan yang dilakukan Bupati Konawe pada 26 Maret 2026 di Kompleks Pergudangan Tuoy.
Dalam prosesnya, BULOG melakukan pemeriksaan secara berkala melalui pengecekan sampel dan penimbangan di gudang. Langkah tersebut dimaksudkan untuk memastikan beras yang keluar sesuai standar dan jumlah yang telah ditentukan.
Pada penyaluran perdana Kamis, sekitar 108 ton beras dialokasikan untuk dua kecamatan, yakni Unaaha dan Wawotobi.
Dari jumlah tersebut, Kecamatan Wawotobi mendapat alokasi terbesar, sekitar 68 ton. Sisanya diperuntukkan bagi penerima di Kecamatan Unaaha.
Angka-angka tersebut memperlihatkan besarnya skala program bantuan pangan di Konawe. Hampir seribu ton beras disiapkan untuk puluhan ribu keluarga.
Tantangannya bukan lagi sekadar memastikan stok tersedia di gudang. Pemerintah daerah, BULOG, dan seluruh pihak yang terlibat harus memastikan bantuan tersebut bergerak dari gudang menuju masyarakat tanpa kehilangan jumlah, kualitas, maupun sasaran.
Sebab pada akhirnya, keberhasilan program bantuan pangan tidak diukur dari banyaknya beras yang tercatat telah disalurkan, melainkan dari seberapa besar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh keluarga yang membutuhkan.









Tinggalkan Balasan