Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7767 Lihat semua

SIDRAP, FAKTA1.COM — Kelurahan Wala dan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), resmi ditetapkan sebagai sasaran baru penerapan Program Percepatan Modernisasi Pertanian Berbasis Kawasan (PM-AAS). Langkah strategis ini diarahkan untuk memperkuat penerapan pertanian modern sekaligus mendongkrak produksi padi di wilayah tersebut.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, saat menggelar pertemuan dengan pengurus Kelompok Tani Wala dan Lakessi di Baruga Rumah Jabatan Bupati, Jumat malam (14/8/2026). Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan koordinasi untuk mematangkan kesiapan petani dalam mengadopsi pola pertanian modern.

Potensi Irigasi dan Target Produktivitas Tinggi
Bupati Syaharuddin menjelaskan bahwa Kelurahan Wala dan Lakessi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan sentra produksi padi melalui pemanfaatan teknologi dan budidaya modern. Kedua wilayah ini dikenal sebagai daerah irigasi yang strategis, bahkan didukung oleh fasilitas pompanisasi di wilayah Lakessi.

Dalam arahannya, ia meminta kelompok tani di kedua kelurahan tersebut untuk mencontoh sukses penerapan pola serupa di Kelurahan Majelling Wattang. Berdasarkan hasil uji coba di wilayah tersebut, produktivitas padi terbukti mampu melonjak hingga 11 sampai 12,2 ton per hektare.

“Target kita jelas meningkatkan produksi. Dari yang selama ini rata-rata 7 ton, 8 ton, kita mau naikkan rata-rata produksi menjadi 10 ton per hektare,” tegas Syaharuddin.

Dukungan Sarana, Pupuk Subsidi, dan Perbaikan Tanah
Penerapan PM-AAS tidak hanya berfokus pada pengejaran target hasil panen, melainkan juga memberikan paket dukungan sarana produksi yang komprehensif serta pendampingan intensif bagi petani.

Pemerintah menyiapkan tambahan pupuk bersubsidi dengan takaran:

Urea: 300 kilogram per hektare

NPK: 400 kilogram per hektare

Petroganik Subsidi: 1 ton per hektare

Selain itu, pemerintah turut mengusulkan alokasi Dolomit dan Silika guna memperbaiki tingkat kesuburan tanah serta memperkuat struktur fisik tanaman padi.

“Dolomit tujuannya untuk menambah pH tanah,” jelas Syaharuddin.

“Silika tujuannya untuk menambah akar dan memperkuat batang agar tidak mudah rebah,” imbuhnya.

Guna menjamin keberhasilan program, setiap kawasan seluas

100 hektare akan mendapat pendampingan khusus dari penyuluh pertanian yang diperkuat langsung oleh tim ahli dari Kementerian Pertanian. Pemerintah daerah juga memastikan stabilitas harga gabah di tingkat petani akan terus dikawal sesuai dengan ketentuan harga pemerintah.

Perluasan Kawasan Lumbung Pangan Sidrap
Penerapan PM-AAS di Wala dan Lakessi merupakan bagian dari grand design pemerintah untuk memperluas cakupan kawasan pertanian modern di Kabupaten Sidrap.

Selain kedua kelurahan tersebut, sejumlah wilayah sentra padi lainnya turut dinilai memiliki potensi besar untuk mengadopsi program serupa, di antaranya:

Sereang, Majelling Wattang , Majelling, Rijang Pittu, Lotang Benteng, Tanete, Allakuang, Takkalasi

“Kita buktikan Wala dan Lakessi bisa jadi lumbung produksi padi dengan hasil 10 ton ke atas,” seru Bupati Syaharuddin optimis.

Kesiapan Teknis dan Kelembagaan Petani
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Sidrap, Ibrahim, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Pertanian demi kelancaran eksekusi PM-AAS di lapangan. Dukungan pusat mencakup penguatan kerangka program hingga asistensi teknis bagi petani dan penyuluh.

Sebagai bentuk persiapan matang, Ibrahim menyebutkan bahwa para penyuluh pertanian telah mengikuti program Sekolah Lapang (SL). Langkah ini diambil agar jajaran penyuluh memiliki kompetensi yang mumpuni dalam mendampingi petani secara langsung di lahan pertanian.

“Ini penting agar para penyuluh kita siap mendampingi petani langsung di lapangan,” ungkap Ibrahim.

Secara umum, Program PM-AAS dirancang untuk mengakselerasi produktivitas melalui empat pilar utama: modernisasi pertanian, optimalisasi teknologi, penguatan kelembagaan petani, serta suplai sarana produksi yang memadai.

Pertemuan strategis ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Sekretaris Dinas TPHPKP Suriyanto, jajaran kepala bidang Dinas TPHPKP, Camat Maritengngae Firman, Lurah Wala dan Rijang Pittu, para penyuluh pertanian wilayah Rijang Pittu dan Wala, serta pengurus Kelompok Tani Wala dan Lakessi.(*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.