Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7851 Lihat semua

GOWA, FAKTA1.COM — Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP) HMI Cabang Gowa Raya mengapresiasi keberanian Prof. Sufmi Dasco Ahmad yang memilih menemui langsung massa aksi PATI serta berani mengambil sikap politik dengan menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan.

Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk keberanian seorang pejabat publik dalam menghadapi tekanan dan kritik masyarakat. Menurut Kabid PTKP HMI Cabang Gowa Raya, pejabat negara seharusnya tidak bersembunyi di balik kekuasaan ketika berhadapan dengan tuntutan rakyat.

“Kami mengapresiasi keberanian Prof. Sufmi Dasco menemui massa aksi. Di tengah budaya kekuasaan yang sering kali menjadikan kritik sebagai ancaman, keberanian untuk turun langsung dan mendengar suara rakyat adalah sikap yang patut dihargai,” tegasnya.

Ia menilai, keberanian menemui massa aksi merupakan konsekuensi logis dari jabatan publik. Kekuasaan pada dasarnya bukan ruang untuk menjaga kenyamanan elite, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

Lebih jauh, pengunduran diri dari jabatan harus dipandang sebagai bentuk tanggung jawab politik, bukan sekadar langkah untuk meredam kemarahan publik.

“Mengundurkan diri bukan berarti persoalan selesai. Justru setelah itu publik harus memastikan apakah keputusan tersebut

benar-benar menjadi bentuk pertanggungjawaban atau hanya menjadi jalan keluar dari tekanan politik. Rakyat tidak membutuhkan drama politik, rakyat membutuhkan keberanian, transparansi, dan perubahan nyata,” lanjutnya.

HMI Cabang Gowa Raya juga menegaskan bahwa keberanian pejabat menemui massa aksi harus menjadi preseden bagi pejabat negara lainnya. Kritik mahasiswa dan masyarakat tidak semestinya dipandang sebagai ancaman terhadap kekuasaan, tetapi sebagai mekanisme kontrol dalam negara demokrasi.

“Jangan hanya berani ketika berada di balik meja kekuasaan. Pejabat harus berani berdiri di hadapan rakyat, mendengar kritik, mempertanggungjawabkan kebijakan, dan mengambil konsekuensi atas keputusan yang dibuat. Sebab demokrasi tanpa keberanian untuk mendengar rakyat hanyalah demokrasi yang kehilangan substansinya,” tutup Kabid PTKP HMI Cabang Gowa Raya.

HMI Cabang Gowa Raya menegaskan akan terus mengawal setiap kebijakan publik dan memastikan ruang demokrasi tetap terbuka bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan kritik secara konstitusional.

Kekuasaan boleh berganti, jabatan boleh berakhir, tetapi suara rakyat tidak boleh dibungkam. (*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.