Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7908 Lihat semua

KONAWE, FAKTA1.COM — Kabupaten Konawe mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 14,94 persen pada kuartal II (Q2) 2026 secara year-on-year (y-on-y). Angka tersebut menempatkan Konawe di posisi keempat dalam daftar 10 kabupaten/kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada periode yang sama.

Berdasarkan tabel pertumbuhan ekonomi yang beredar, Konawe berada di bawah Kabupaten Sumbawa Barat yang mencatat pertumbuhan 28,34 persen, Halmahera Tengah 23,53 persen, dan Halmahera Selatan 16,36 persen.

Konawe kemudian berada di posisi keempat dengan 14,94 persen, disusul Halmahera Barat 12,73 persen, Pohuwato 12,61 persen, Maluku Barat Daya 11,91 persen, Halmahera Utara 11,05 persen, Bulungan 10,62 persen, dan Paser 10,28 persen.

Capaian 14,94 persen menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi Konawe dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator positif bagi perekonomian daerah, sekaligus menunjukkan adanya aktivitas pada sejumlah sektor ekonomi yang mendorong peningkatan kinerja ekonomi Konawe.

Namun, angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak serta-merta berarti seluruh masyarakat telah merasakan peningkatan kesejahteraan secara merata.

Pertumbuhan ekonomi perlu dilihat lebih jauh dari sisi penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, perkembangan UMKM, pengurangan kemiskinan, pemerataan pembangunan hingga kualitas pelayanan publik.

Pertanyaan mengenai sumber pertumbuhan juga menjadi penting. Sektor apa yang menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi Konawe? Seberapa besar kontribusinya terhadap perekonomian daerah? Dan yang tak kalah penting, sejauh mana pertumbuhan tersebut memberikan dampak langsung terhadap masyarakat lokal?

Hal ini menjadi penting karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat memiliki makna yang berbeda apabila tidak diikuti pemerataan manfaat pembangunan.

Pertumbuhan yang bersumber dari sektor tertentu perlu diikuti dengan keterlibatan masyarakat lokal, peningkatan kesempatan kerja, berkembangnya usaha masyarakat serta meningkatnya aktivitas ekonomi di tingkat desa dan perkotaan.

Dalam konteks pembangunan daerah, capaian tersebut juga menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Konawe untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Visi “Konawe Bersahaja — Menata Kota, Membangun Desa” menjadi salah satu kerangka pembangunan yang menempatkan pembangunan wilayah perkotaan dan pedesaan sebagai bagian yang saling berkaitan.

Dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 14,94 persen, Konawe memiliki modal positif untuk memperkuat sektor-sektor produktif daerah. Namun, capaian tersebut tetap perlu diikuti dengan evaluasi mengenai kualitas dan pemerataan pertumbuhan.

Sebab, ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya terletak pada seberapa tinggi angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada sejauh mana pertumbuhan tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Konawe tumbuh 14,94 persen dan berada di posisi keempat dalam daftar tersebut. Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan itu tidak berhenti sebagai angka statistik, tetapi benar-benar terasa dalam kehidupan masyarakat.

Konawe Bersahaja — Membangun Desa, Menata Kota.

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.