Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 8226 • Lihat semua

SIDRAP, FAKTA1.COM — Semarak rasa syukur dan tabuhan lesung bergema di tanah agraris Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Pesta panen tradisional Mappadendang yang digelar di Batu Pute, Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, berlangsung sangat meriah pada Kamis (29/10/2026).

Acara adat yang sarat makna kebersamaan ini dihadiri langsung oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, yang hadir di tengah-tengah masyarakat untuk merayakan hasil bumi bersama para petani setempat.

Kehadiran orang nomor satu di Sidrap tersebut turut didampingi oleh sejumlah pejabat penting daerah, di antaranya Kepala Dinas TPHPKP Sidrap Ibrahim, Kasatpol PP Andi Gustianti, Camat Watang Pulu Mansyur, serta para tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat.

Dorong Lompatan Produktivitas: Dari Dua Menjadi Tiga Kali Panen

Di sela-sela kemeriahan pesta adat, Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan pesan penting terkait masa depan sektor pertanian di Sidrap. Ia secara tegas mengajak para petani untuk tidak cepat puas dengan pola tanam konvensional yang hanya menghasilkan dua kali panen dalam setahun.

Syaharuddin mendorong adanya lompatan produktivitas agar para petani mampu melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun. Menurutnya, peningkatan frekuensi panen ini akan membawa dampak signifikan terhadap lonjakan pendapatan sekaligus mempercepat perputaran roda ekonomi kerakyatan.

“Jangan hanya dua kali panen dalam setahun. Kita dorong bisa tiga kali panen. Kalau produksinya bertambah, uang yang berputar di masyarakat juga semakin banyak,” tegas Syaharuddin di hadapan warga.

Sebagai bentuk komitmen nyata, ia memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidrap akan terus hadir memberikan dukungan penuh. Berbagai aspek penunjang produktivitas—mulai dari ketersediaan suplai air yang memadai, sarana dan prasarana produksi, hingga penguatan pola tanam—akan terus dioptimalkan oleh pemerintah daerah.

Mappadendang: Merawat Tradisi, Memperkuat Silaturahmi

Lebih lanjut, Bupati Sidrap menekankan bahwa sektor pertanian memegang peranan krusial sebagai fondasi utama kesejahteraan masyarakat Sidrap. Oleh karena itu, momentum pesta panen tidak hanya dimaknai sebagai wujud rasa syukur spiritual, tetapi juga sebagai batu loncatan untuk merancang produktivitas di musim-musim berikutnya.

“Panen ini adalah bentuk rasa syukur. Tetapi setelah panen, kita harus berpikir bagaimana produksi berikutnya lebih meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” tambahnya.

Selain aspek ekonomi, Syaharuddin juga menggarisbawahi pentingnya melestarikan tradisi Mappadendang sebagai identitas budaya agraris masyarakat Sidrap. Tradisi ini dinilai bukan sekadar seremoni pascapanen, melainkan ruang sakral untuk merajut silaturahmi dan mempererat kebersamaan antara pemerintah, petani, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat.

Ia berharap nilai-nilai gotong royong yang tertanam kuat dalam tradisi Mappadendang dapat terus berjalan beriringan dengan semangat modernisasi dan peningkatan produktivitas pertanian di Bumi Nene Mallomo.

“Petani harus semakin sejahtera. Caranya, kita tingkatkan produksi, kita tambah frekuensi panen, dan kita pastikan hasil pertanian memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya penuh optimisme.

Bupati Sidrap Dorong Target Tiga Kali Panen Setahun Saat Hadiri Pesta Tradisi Mappadendang di Watang Pulu

Terima kasih telah membaca artikel ini. Temukan informasi dan berita terbaru lainnya melalui kanal resmi kami.

Ikuti informasi terbaru melalui Saluran WhatsApp .