
MAKASSAR, FAKTA1.COM— Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menggelar aksi unjuk rasa membawa issu “polres gowa mandul dalam penanganan kasus penggelapan motor”.
Aksi tersebut berlangsung di depan jalan poros K.H Wahid Hasyim Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Senin, (29/7/2024).
Mereka membawa spanduk yang bertuliskan copot kasatreskrim polres gowa, dan NOL besar kapolres gowa.
- 20 Warkop Paling Populer di Sidrap, dari Warkop Anju hingga Bonaparte Coffee House
- Cuaca Sidrap Hari Ini: BMKG Prediksi Cerah Berawan, Waspada Hujan dan Angin Kencang Sore hingga Malam
- Enrekang Hari Ini: Siang hingga Sore Berpotensi Diguyur Hujan, Warga Diimbau Siapkan Payung
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Jendral lapangan,Wahyu Kabil selaku jendral lapangan, menganggap polres gowa mandul dalam menyelesaikan kasus tersebut karena tidak mampu menangani kasus penggelapan motor itu. “Dari awal pelaporan sampai saat ini belum ada progres kinerja dari pihak kepolisian terhadap kasus penggelapan motor yang di tangani polres gowa”.
Sementara itu, La Ode Ikra Pratama atau akrap di sapa banggulung selaku Panglima Besar Gerakan Aktivis
Tentu hal yang seperti ini membuat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian tentunya sangat menurun. Polda Sul sel harus mengevaluasi kinerja polres Gowa tegas banggulung.
Adapun kericuhan sempat terjadi pada saat aksi unjuk rasa berlangsung. Di karenakan teman teman dari Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) sempat memblokir jalan yang mengakibatkan kemacetan panjang di depan polres gowa sehingga membuat pihak kepolisian mengambil tindakan melakukan pengamanan dan menahan 6 kader GAM.








Tinggalkan Balasan