Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7159 Lihat semua

JAKARTA,FAKTA1.COM – Sebuah momen langka terjadi di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (13/5). Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dibuat terperangah oleh paparan capaian pembangunan dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Saking tidak percayanya dengan angka pertumbuhan yang melompat drastis, Menteri Rachmat langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, saat audiensi masih berlangsung. Ia ingin mengonfirmasi langsung: Apakah data ini nyata?

Melesat dari Peringkat 21 ke Puncak Sulawesi Selatan

Alasan sang Menteri “sidak data” cukup masuk akal. Di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif, Sidrap mencatatkan performa ekonomi yang dianggap sebagai anomali positif nasional.

Hanya dalam kurun waktu satu tahun, pertumbuhan ekonomi Sidrap yang sebelumnya terpuruk di peringkat ke-21 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, kini melesat menjadi yang tertinggi dengan angka fantastis 7,71%.

“Ini peristiwa langka. Menteri harus mengonfrontasi langsung capaian luar biasa ini kepada Kepala BPS dalam sesi formal,” lapor koresponden di lokasi.

Rahasia di Balik Angka: Padi dan Telur

Melalui sambungan telepon, Kepala BPS RI memverifikasi bahwa lonjakan tersebut adalah fakta lapangan yang inklusif. Sektor pertanian menjadi mesin utama (driven factor) yang dikelola secara radikal oleh Pemkab Sidrap.

Berikut adalah rincian transformasi ekonomi Sidrap yang bikin geleng-geleng kepala:

  • Produksi Padi: Melonjak dari nilai Rp2 triliun menjadi Rp4,6 triliun.
  • Produksi Telur: Menembus 5 juta butir per hari, mengukuhkan Sidrap sebagai “pabrik” protein nasional.
  • Kemiskinan: Berhasil ditekan hingga ke level 4,91%.
  • IPM: Mencapai 75,49 dengan kategori status “Tinggi”.

Garda Terdepan Program Makan Bergizi Gratis

Menteri Rachmat Pambudy memberikan atensi khusus pada produksi telur Sidrap. Menurutnya, produktivitas ini sangat selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sidrap kini diproyeksikan menjadi pemasok protein utama untuk menyokong program strategis nasional tersebut.

Jadi Percontohan Nasional

Bupati Syaharuddin Alrif menjelaskan bahwa kunci keberhasilan ini adalah optimalisasi sektor hulu hingga hilir, meski di tengah keterbatasan anggaran. Strategi ini terbukti mampu menciptakan efek rembes ke bawah (trickle down effect) yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sebagai apresiasi atas prestasi ini, Pemerintah Pusat melalui Bappenas kini mempertimbangkan Sidrap sebagai Daerah Percontohan Nasional untuk tiga sektor sekaligus:

  1. Lumbung Beras Nasional
  2. Lumbung Telur Indonesia
  3. Pusat Pengembangan Energi Terbarukan

Momen audiensi yang awalnya formal pun berubah menjadi sesi bedah data yang intens. Sidrap telah membuktikan bahwa dengan kepemimpinan yang tepat, daerah bisa melompat melampaui ekspektasi nasional. ( Fery )

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.