Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 8175 • Lihat semua

JAKARTA ( FAKTA1.COM) — Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk menjaga ketahanan dan stabilitas pangan nasional melalui percepatan penyaluran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga pertengahan tahun ini, Bulog mencatatkan realisasi distribusi beras medium tersebut telah mencapai 240 ribu ton ke berbagai pelosok wilayah Indonesia.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa seluruh beras SPHP yang beredar di masyarakat saat ini dipastikan dijual dengan harga yang tetap terjangkau dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Bulog terus memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau. Penyaluran beras SPHP dilakukan secara masif melalui pasar rakyat, Rumah Pangan Kita (RPK), koperasi, hingga Gerakan Pangan Murah di berbagai daerah,” ujar Rizal di Jakarta.

Perluasan Jaringan Distribusi dan Inovasi Kemasan
Untuk memastikan keterjangkauan hingga ke tingkat konsumen, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog menyalurkan total 828 ribu ton beras SPHP sepanjang tahun 2026. Penyaluran tahun ini dirancang berlangsung sepanjang tahun tanpa jeda, berbeda dari pola tahun-tahun sebelumnya yang bersifat berkala mengikuti ritme puncak panen.

Jangkauan distribusi SPHP diperluas secara menyeluruh melalui berbagai titik strategis, meliputi:

Pasar Tradisional & Modern: Pasar rakyat, ritel modern, dan swalayan.

Jaringan Komunitas: Sekitar 80 ribu titik Rumah Pangan Kita (RPK), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih), serta outlet binaan Pemda.

Program Khusus: Gerakan Pangan Murah (GPM) hasil kerja sama interkemandirian dengan kementerian, lembaga, Pemda, hingga koperasi BUMD/instansi.

Dari segi kualitas, beras SPHP yang disalurkan merupakan beras kualitas medium berstandar pemerintah dengan kadar air maksimal 14% dan tingkat pecahan (broken) sekitar 25%. Selain kemasan reguler 5 kilogram, Bulog saat ini juga tengah menyiapkan kemasan 2 kilogram guna memberikan opsi yang lebih praktis dan terjangkau bagi konsumen.

Patokan Harga SPHP Berdasarkan Zona Wilayah
Penjualan beras SPHP disesuaikan dengan ketentuan HET nasional berdasarkan zonasi wilayah berikut:

Wilayah Distribusi (Zona) Cakupan Daerah Harga Maksimal (per kg)
Zona 1 Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi Rp12.500
Zona 2 Sumatra (selain Lampung & Sumsel), NTT, dan Kalimantan Rp13.100
Zona 3 Maluku dan Papua Rp13.500
Pengawasan Ketat Bersama Satgas Pangan
Guna mengantisipasi gejolak harga serta potensi penyimpangan di tingkat pedagang, Bulog secara aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, distributor, serta para pelaku usaha. Langkah ini dilakukan agar rantai pasok berjalan lancar, cadangan pangan pemerintah tersalurkan secara efektif, dan daya beli masyarakat tetap terjaga secara berkelanjutan.

Bulog Siapkan Kemasan 2 Kg Beras SPHP dan Perluas Akses hingga 80 Ribu RPK

Terima kasih telah membaca artikel ini. Temukan informasi dan berita terbaru lainnya melalui kanal resmi kami.

Ikuti informasi terbaru melalui Saluran WhatsApp .