Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6999 Lihat semua

PAPUA PEGUNUNGAN, FAKTA1.COM— Di tengah sunyi pegunungan Papua, dari sebuah desa terpencil yang jauh dari akses listrik dan fasilitas dasar, lahirlah seorang anak bernama John Tabo. Tak banyak yang menyangka, anak yang tumbuh dalam keterbatasan itu kelak menjelma menjadi pemimpin daerah dan simbol harapan bagi banyak orang.

Sejak kecil, John telah menunjukkan semangat belajar yang tak biasa. Ia berjalan kaki berjam-jam menembus hutan dan lembah demi mencapai sekolah dasar di Karubaga. Dalam kesederhanaan, Alkitab kecil dan buku pinjaman menjadi “harta karun” yang menuntunnya mengenal dunia. Setiap kata yang ia pelajari menjadi pijakan awal menuju cita-cita besar.

Setelah menamatkan pendidikan dasar, John memutuskan melangkah lebih jauh—ke dunia yang sebelumnya asing baginya. Dengan tekad kuat, ia melanjutkan pendidikan hingga ke Jayapura. Di sana, ia tidak hanya belajar, tetapi juga membentuk cara pandang tentang masa depan tanah kelahirannya.

John kemudian menempuh pendidikan tinggi di bidang kebijakan publik dan pemerintahan. Ia menyadari, perubahan tidak cukup hanya dengan niat baik—tetapi harus dibarengi pemahaman sistem dan strategi pembangunan yang tepat.

Perjalanan hidupnya tidak mulus. Ia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan ekonomi, diskriminasi, hingga perbedaan budaya. Namun, semua itu tidak mematahkan semangatnya. Justru dari situlah tekadnya semakin kuat: membangun Papua Pegunungan dari dalam.

Usai menimba ilmu, John memilih kembali ke kampung halaman. Ia menolak kenyamanan di kota besar, dan

lebih memilih terjun langsung membantu masyarakat di daerah terpencil. Ia terlibat dalam pembangunan sekolah, mendorong layanan kesehatan, serta menjadi suara bagi masyarakat adat yang selama ini kurang terdengar.

Langkah pengabdiannya kemudian berlanjut ke dunia politik. Kariernya dimulai dari anggota DPRD kabupaten, lalu dipercaya menjadi Ketua DPRD, hingga akhirnya menjabat sebagai Bupati Tolikara. Puncaknya, kepercayaan rakyat mengantarkannya menjadi Gubernur Papua Pegunungan.

Pelantikan John sebagai gubernur dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 17 April 2025 di Istana Negara Jakarta. Momentum ini menjadi tonggak penting, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi masyarakat Papua Pegunungan yang menaruh harapan besar pada kepemimpinannya.

Sebagai pemimpin, John dikenal tegas namun tetap mengedepankan empati. Ia fokus pada pembangunan yang berkeadilan, memperjuangkan pendidikan gratis bagi anak-anak pedalaman, serta menjaga kelestarian budaya dan hak-hak masyarakat adat.

Kini, nama John Tabo tak hanya dikenal di Papua, tetapi juga di tingkat nasional. Ia menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.

“Saya lahir di tanah yang keras, tapi saya percaya, hati yang lembut dan pikiran yang terbuka bisa menaklukkan dunia,” ujarnya.

Kisahnya menjadi inspirasi—bahwa dari tempat paling terpencil sekalipun, harapan besar bisa tumbuh dan menerangi masa depan.

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.