Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6500 Lihat semua

Jika ASN dapat bekerja dari rumah, dengan jumlah ASN yang besar di Indonesia, itu dapat menghemat BBM dalam jumlah yang besar juga.

“Bekerja dari rumah. Kita efisiensi. Berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang besar. Umpamanya ASN dan pejabat tidak usah ke kantor. Mengurangi macet dan melaksanakan penghematan BBM besar-besaran,” katanya.

Inisiatif lain yang ditawarkan Prabowo selain melakukan penghematan dengan ASN bekerja dari rumah ialah mengatur kembali hari kerja ASN seIndonesia.

“Mengatur hari kerja pun dapat kita pertimbangkan. Dan langkah-langkah penghematan lainnya,” jelasnya.

Prabowo meminta para menteri agar segera melakukan pembahasan secara serius dan tepat untuk mengambil kebijakan apa yang dapat dilakukan untuk melakukan penghematan BBM.

Prabowo menilai pengaturan hari kerja yang lebih fleksibel dapat menjadi instrumen fiskal yang ampuh untuk menekan konsumsi BBM nasional. Jika frekuensi perjalanan pegawai ke kantor

berkurang dalam seminggu, maka jutaan liter bahan bakar dapat dihemat secara kumulatif setiap bulannya.

Hal ini menandakan bahwa sistem kerja 5 hari yang selama ini berlaku bisa saja berubah menjadi skema yang lebih dinamis sesuai dengan kebutuhan efisiensi energi nasional di tahun 2026 ini.

Prabowo meminta para menteri untuk tidak main-main dalam merumuskan kebijakan ini.

Ia memerintahkan jajaran Menko untuk segera melakukan pemikiran mendalam (brainstorming) guna mencari formula terbaik yang tidak mengorbankan kualitas layanan publik namun mampu memberikan dampak nyata pada penghematan kas negara.

Penghematan BBM besar-besaran melalui penataan birokrasi adalah langkah “harga mati” yang harus ditempuh demi menjaga kedaulatan energi nasional. (*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.