
FAKTA1.COM, ENREKANG— Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Enrekang, Zulfikar berang dengan dugaan fitnah yang dilontarkan Saharuddin selaku Sekcam kecamatan Cendana yang juga penjabat kades Cendana kepada Yd dari media online. Jika Y telah meminta uang Rp 10 Juta ke Pj Kades Cendana atas perintah dari seorang anggota kepolisian di Polres Enrekang.
“Saya mendapat info dari rekan media, jika Yd telah meminta uang ke pj Kades Cendana, dan ini langsung saya klarifikasi ke Yd. Karena ini mencederai profesi wartawan,”Sesal Zulfikar.
Yd yang juga anggota Media Online, saat diklarifikasi mengaku kaget telah difitnah.
“Kenapa bisa saya disebut minta uang, apalagi dibilang saya diperintah polisi. Saya tidak terima.”
Bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Enrekang, IWO juga meminta klarifikasi terlebih dulu ke anggota Polisi yang namanya ikut terbawa, Anggota polisi inisial K tersebut ikut kesal dan mengaku tidak pernah menyuruh wartawan minta uang ke Saharuddin pj kepala desa Cendana.
Humas PWI Enrekang, Sri Yanti Ningsih klarifikasi langsung ke Pj. Kades Cendana melalui telepon selulernya menanyakan maksud Saharuddin
Saharuddin, mengaku tak ada niat untuk membuat wartawan tersinggung karena media adalah mitra kerja.
“Saya tak ada niat seperti itu, kalau memang pernah saya ucapkan itu saya sangat minta maaf ke rekan media yang tentu adalah mitra kerja saya. Dan sama sekali saya tak pernah beri uang Rp 10 juta ke Yd. Saya sangat minta maaf.”Jawab Saharuddin.
Rencana Saharuddin, akan mengklarifikasi juga ke wartawan inisial N yang menjadi orang pertama yang dia ceritakan “Tuduhan” ke Yd
Meski telah minta maaf, IWO dan PWI tetap akan menempuh jalur somasi. Dengan harapan kejadian seperti ini kedepannya tidak terulang lagi. (Yudhi Ekg)








Tinggalkan Balasan