
Menurut Asri, politik uang dan bagi-bagi sembako adalah praktek yang sangat merusak kualitas demokrasi di daerah ini sehingga harus dilawan bersama-sama.
“Danny-Azhar sejak awal mengajak masyarakat melawan politik uang dan sembako. Sehingga tuduhan ini benar-benar fitnah luar biasa kepada DiA,” ungkapnya.
Dijelaskan Asri, fitnah keji yang dialamatkan kepada Danny-Azhar ini bisa jadi merupakan cara lawan yang seolah bersembunyi menuduh pihak lain sebagai pelaku.
- MAGELLO Edukasi Ratusan Siswa di Salobukkang Sidrap, Kenalkan Cara Cegah Demam Berdarah Sejak Dini
- Dari Lutra ke Panggung Gerindra, Andi Abdullah Rahim Kini Tak Hanya Bupati, Tapi Juga Panglima Partai
- Politik Enrekang Berubah Hari Ini: Aji Ucu Tinggalkan NasDem, Langsung Pegang Kemudi Gerindra
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
“Padahal justru merekalah yang mungkin akan melakukannya di lapangan, bagi-bagi sembako dan amplop. Pasalnya, jelang 27 November, elektabilitas DIA terus menanjak dan susah dikalahkan,” jelas Asri.
Karena itu, Tim Hukum DIA akan segera mengambil langkah hukum atas fitnah dan tuduhan tak benar yang kini mulai viral di sosial media.
“Tim
Selain itu, Asri juga mengajak kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan untuk bersama-sama melawan setiap bentuk politik uang dan sembako di Pilkada nanti.
“Mari kita lawan politik uang dengan kecerdasan. Jangan mau dibeli, karena suara rakyat sesungguhnya tak ternilai. Jangan gadaikan masa depan 5 tahun hanya dengan paket sembako atau amplop. Pilih pemimpin terbaik sesuai hati nurani kita masing-masing,” pungkas Asri. (*)
- MAGELLO Edukasi Ratusan Siswa di Salobukkang Sidrap, Kenalkan Cara Cegah Demam Berdarah Sejak Dini
- Dari Lutra ke Panggung Gerindra, Andi Abdullah Rahim Kini Tak Hanya Bupati, Tapi Juga Panglima Partai
- Politik Enrekang Berubah Hari Ini: Aji Ucu Tinggalkan NasDem, Langsung Pegang Kemudi Gerindra
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel








Tinggalkan Balasan