Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7182 Lihat semua

JAKARTA, FAKTA1.COM – Vonis 18 tahun penjara yang dijatuhkan kepada mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, memicu gelombang keprihatinan dari berbagai kalangan. Salah satu respons tegas datang dari Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI).

Ketua Umum APPI, Ade Julhaidir, CFLE, secara terbuka menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas putusan hukum tersebut. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi pijakan penting bagi penegakan hukum yang objektif di Indonesia.

Menjunjung Tinggi Asas Keadilan dan Integritas
Dalam keterangan resminya kepada media, Ade Julhaidir mengingatkan bahwa sebesar apa pun perkara yang sedang disorot publik, hak-hak warga negara di mata hukum tidak boleh diabaikan.

“Kami dari APPI turut prihatin atas keputusan tersebut. Apa pun dinamika yang terjadi, proses hukum harus tetap mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan kepastian hukum sehingga masyarakat mendapatkan kejelasan yang objektif,” ujar Ade Julhaidir.

Ia menambahkan, kasus besar yang menimpa tokoh nasional seperti Nadiem Makarim ini harus menjadi tamparan sekaligus pembelajaran berharga bagi seluruh pejabat negara. Integritas dan amanah jabatan, menurutnya, adalah harga mati yang wajib dijaga demi menghindari persoalan yang merugikan bangsa.

Peran

Krusial Pers: Mengawal, Bukan Menghakimi
Di tengah riuhnya opini publik pasca-vonis, Ade juga memberikan catatan kuat bagi para insan pers di tanah air. Ia meminta media massa bertindak profesional dan tidak larut dalam pusaran penghakiman sepihak.

Independen & Berimbang: Pers wajib mengawal jalannya proses hukum tanpa memihak.

Edukasi Publik: Media harus menyajikan fakta akurat, bukan membangun opini yang menyesatkan.

Menjaga Kondusivitas: Informasi yang disebarkan harus mampu mencerdaskan dan menenangkan masyarakat.

Momentum Evaluasi Tata Kelola Pemerintahan
Menutup pernyataannya, Ketua Umum APPI ini berharap seluruh pihak dapat menghormati putusan pengadilan yang berlaku sembari menjaga situasi di masyarakat tetap kondusif. Baginya, peristiwa ini adalah momentum krusial untuk mengevaluasi dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.

“Bangsa ini membutuhkan penegakan hukum yang tegas namun tetap humanis. Semua pihak harus menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran agar ke depan tidak ada lagi persoalan yang merugikan negara maupun masyarakat,” pungkas Ade Julhaidir. (Tim)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.