
Surabaya, Fakta1.com – Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Madura Indonesia (AMI) menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPW PAN Jawa Timur, Kamis (18/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan agar partai menindaklanjuti dugaan praktik pemotongan dana reses yang menyeret nama anggota DPRD Kota Surabaya, Juliana Eva Wati.
Dalam aksi tersebut, massa AMI menegaskan bahwa persoalan dugaan penyimpangan dana reses tidak boleh dianggap sebagai masalah sepele.
Terlebih, AMI mengaku telah melaporkan dugaan tersebut kepada Kejaksaan Negeri Surabaya untuk dilakukan penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
- Dugaan Proyek CCTV Rp300 Miliar di MBG Disorot, Sony Sonjaya Ungkap Temuan ke Kejagung
- Libur Sekolah Jadi Momen “Pit Stop” MBG, BGN Hentikan Distribusi dan Siapkan Evaluasi Nasional
- Warga Dairi Tagih Janji Politik, Jalan Provinsi Rusak 7 Tahun Jadi Simbol Kekecewaan
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Perwakilan massa aksi kemudian diterima oleh Akbar, staf sekretariat DPW PAN Jawa Timur.
Dalam keterangannya, Akbar menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan keputusan maupun tindakan terhadap anggota fraksi PAN yang tengah menjadi sorotan.
Menurut Akbar, seluruh aspirasi dan tuntutan yang disampaikan AMI akan diteruskan kepada pimpinan partai, termasuk Ketua DPW PAN Jawa Timur,
Sekretaris DPP AMI Abdul Aziz, SH menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut hingga ada kejelasan dari aparat penegak hukum maupun sikap resmi dari partai.
- Dugaan Proyek CCTV Rp300 Miliar di MBG Disorot, Sony Sonjaya Ungkap Temuan ke Kejagung
- Libur Sekolah Jadi Momen “Pit Stop” MBG, BGN Hentikan Distribusi dan Siapkan Evaluasi Nasional
- Warga Dairi Tagih Janji Politik, Jalan Provinsi Rusak 7 Tahun Jadi Simbol Kekecewaan
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
“Kami datang untuk meminta pertanggungjawaban moral dan politik, jika benar terdapat praktik pemotongan dana reses yang merugikan masyarakat, maka harus ada tindakan tegas. Kami tidak ingin dana yang bersumber dari uang rakyat justru disalahgunakan oleh oknum yang diberi amanah sebagai wakil rakyat,” tegas Abdul Aziz.
AMI juga menyatakan tidak menutup kemungkinan akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tidak terdapat perkembangan signifikan atas laporan yang telah disampaikan kepada Kejaksaan Negeri Surabaya maupun dari pihak partai.
(Redho)








Tinggalkan Balasan