
Konawe, – Sorak-sorai menggema dari pelataran Inolobunggadue Central Park (ICP) saat ribuan warga memadati arena final Konawe Volleyball Tournament Cup I, Rabu malam 6 Agustus 2025
“Atmosfer yang tercipta bak pesta rakyat: penuh semangat, persatuan, dan kebahagiaan. Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol kebangkitan olahraga di Bumi Anoa.
Kegiatan ini murni dilaksanakan oleh panitia SYU (Sarina Yusrin Usbar) yang dengan mandiri mengorganisasi seluruh rangkaian acara, mulai dari persiapan, teknis pertandingan, hingga penyambutan tamu dan pengelolaan penonton. Adapun dukungan teknis dalam hal perangkat pertandingan, khususnya wasit, diberikan langsung oleh PBVSI Konawe, sehingga turnamen tetap berjalan sesuai standar dan penuh profesionalisme.
Turnamen ini menjadi magnet besar, bukan
hanya bagi pencinta voli, tetapi juga masyarakat umum yang datang menikmati suasana kompetisi, hiburan, serta nuansa kebersamaan. Setiap tepuk tangan dan sorakan menjadi bukti nyata bahwa olahraga mampu menyatukan lintas usia dan latar belakang dalam satu semangat yang sama.
Final yang mempertemukan tim-tim terbaik di kategori Putra dan Putri berlangsung dalam atmosfer penuh semangat dan sportivitas tinggi. Di laga Putri, tim Wonggeduku Barat (WOBAR) tampil gemilang menghadapi tim Abuki. Laga yang berlangsung lima set ini menjadi tontonan yang menegangkan sekaligus emosional. Sorakan penonton memuncak di set terakhir saat WOBAR menutup pertandingan dengan kemenangan dramatis dan merebut gelar juara perdana.

Sementara di partai final Putra, pertandingan antara Latoma dan Lalonggasu Meeto tak kalah seru. Skor yang terus berkejaran dan aksi-aksi heroik para pemain membuat pertandingan ini menjadi salah satu yang paling berkesan dalam sejarah voli di Kabupaten Konawe. Setelah pertarungan ketat yang menguras stamina, tim Lalonggasu Meeto akhirnya keluar sebagai kampiun dengan sorakan kemenangan yang menggema hingga ke pelosok desa.
Ketua PBVSI Konawe, Mashuri Posimbi, S.KM., M.Kes., menyampaikan apresiasi luar biasa terhadap seluruh elemen yang mendukung turnamen ini, mulai dari panitia, tim pelatih, atlet, hingga penonton yang memberikan energi positif sepanjang pertandingan.
“Turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga bukti nyata bahwa olahraga mampu menyatukan masyarakat. Kami bangga melihat antusiasme warga yang begitu tinggi. Ini akan jadi energi bagi kami untuk menggelar turnamen yang lebih besar tahun depan,” ujar Mashuri.
Mashuri juga menambahkan bahwa dampak positif dari kegiatan ini tidak hanya terasa dalam hal pembinaan atlet, tetapi juga memberikan efek domino bagi sektor ekonomi masyarakat lokal.
“Kami melihat geliat UMKM sangat luar biasa di sekitar area pertandingan. Banyak pedagang kecil yang mengaku dagangannya laris selama turnamen berlangsung. Ini artinya, olahraga juga bisa menjadi penggerak ekonomi rakyat, selain sebagai hiburan yang menyehatkan,” tambahnya.
PLT Camat Wonggeduku Barat, Tasrin, SE., MM., yang juga turun langsung sebagai pelatih tim WOBAR Putri, mengungkapkan rasa bangganya atas semangat juang timnya yang disokong penuh oleh warga.
“Semangat dari penonton malam ini sangat luar biasa. Ini membuktikan bahwa olahraga mampu menyatukan emosi dan energi masyarakat ke arah yang positif. Tim kami bermain bukan hanya dengan strategi, tetapi juga dengan hati,” katanya penuh haru usai menerima trofi juara.
Senada dengan itu, anggota DPRD Kabupaten Konawe, Fakrudin S.HUT, bersama Kristian Tandabioh, S.H., M.A.P. yang hadir malam itu, turut menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan olahraga seperti ini, terutama dalam rangka pembinaan generasi muda di daerah.
“Kami sangat mendukung agar turnamen ini menjadi agenda rutin tahunan, bahkan kalau bisa diperluas menjadi skala antar-kecamatan hingga antar-kabupaten. Selain menjadi ruang pembinaan atlet muda, event ini juga jadi hiburan sehat dan motor penggerak ekonomi rakyat,” ujarnya dengan optimisme tinggi.
Tidak hanya itu, sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, hingga orang tua terlihat berbaur, menikmati jalannya pertandingan. Bahkan banyak yang datang membawa anak-anak mereka, menjadikan momen ini sebagai ajang edukasi sekaligus rekreasi keluarga.
Turnamen ini menjadi simbol baru kebangkitan olahraga di Konawe. Tidak hanya menghadirkan kompetisi, namun juga mempererat tali silaturahmi antarwarga, menumbuhkan semangat sportivitas, serta membuka ruang untuk munculnya bibit-bibit atlet berbakat dari pelosok desa hingga kota.
Konawe Volleyball Cup I merupakan hasil sinergi antara PBVSI Konawe, Pemerintah Daerah, serta dukungan dari pihak swasta dan relawan. Kesuksesan gelaran perdana ini menjadi pijakan kuat untuk menjadikan Konawe sebagai salah satu pusat pembinaan olahraga bola voli yang berdaya saing di tingkat regional hingga nasional.
Kini, harapan masyarakat hanya satu: agar event serupa tidak hanya dilanjutkan, tetapi ditingkatkan dalam hal kualitas, skala, dan dampaknya. Semua pihak optimis, dari lapangan voli sederhana di Konawe, akan lahir bintang-bintang besar yang kelak mengharumkan nama daerah di kancah nasional—bahkan internasional.










Tinggalkan Balasan