
Masamba, Fakta1.Com —
Mahasiswa yang tergabung dalam Komando Wilayah Gerakan Aktivis Mahasiswa Luwu Raya, menggelar Aksi Unjuk Rasa di monumen masamba Affair, dan di lanjutkan di depan kantor Kejari Luwu Utara, tepatnya di Jl. Kasimbong, Kec. Masamba, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Jum’at, (21/08/2026).
Kemudian massa aksi membentangkan spanduk bertuliskan grand isu: Tidak Ada Impunitas Bagi Pelaku Korupsi Sabbang- Tallang. dengan tuntutan Mendesak Aparat Penegak Hukum Mengusut Tuntas Kasus Korupsi Sabbang–Tallang TA 2020.
Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK Sulawesi Selatan terhadap LKPD SULSEL TA 2019, Terdapat sejumlah persoalan dalam pengelolaan kas keuangan Bendahara DPRD SULSEL. Diantaranya pengeluaran yang terlambat di setorkan ke kas daerah Rp. 1 Miliar lebih dana sejumlah Rp. 20 Miliar lebih yang belum disetorkan, disertai ketidaksesuaian pencatatan dalam buku kas umum serta realisasi belanja barang dan jasa yang di pertanggung jawabkan namun tidak pernah di laksanakan. Dengan kerugian sebesar Rp. 6 Miliar lebih
Kondisi tersebut kemudian menjadi penting ketika dalam proses penyidikan dan persidangan
Jendral Lapangan Faiz menegaskan dari beberapa fakta yang terungkap dalam persidangan sudah jelas, banyak aturan bertentangan dengan ketentuan yang berlaku apalagi terkhususnya yang terduga DM.
- FEB Unusia Masuki Babak Baru, Pimpinan 2026–2030 Bidik Penguatan Akademik dan Daya Saing
- Mengapa Sidrap Disebut Bumi Nene Mallomo? Kisah Keadilan yang Membuat Namanya Abadi
- Mengapa Namanya Pinrang? Ada Kisah Raja Sawitto dan Perubahan di Balik Nama Kabupaten Ini
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Berdasarkan beberapa fakta hasil pemeriksaan para saksi dugaan penerimaan Gratifikasi maupun suap, ini melanggar pasal 12B dan Pasal 12A UU Nomor 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
” Kami tidak meminta hukum bekerja berdasarkan tekanan. Kami meminta hukum bekerja berdasarkan fakta dan alat bukti. Jika ada fakta yang harus didalami, maka jangan dibiarkan mandek.” Tegas Ahmad Hanifullah selaku Panglima Wilayah Gerakan Aktivis Mahasiswa Luwu Raya
Sementara itu sebelum massa aksi hendak bubar bapak Bayu selaku Kasi Datun Kejari Luwu Utara. ” Kami siap menampung aspirasi yang di sampaikan teman-teman.” Tutupnya.(*)
- FEB Unusia Masuki Babak Baru, Pimpinan 2026–2030 Bidik Penguatan Akademik dan Daya Saing
- Mengapa Sidrap Disebut Bumi Nene Mallomo? Kisah Keadilan yang Membuat Namanya Abadi
- Mengapa Namanya Pinrang? Ada Kisah Raja Sawitto dan Perubahan di Balik Nama Kabupaten Ini
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel









Tinggalkan Balasan