KONAWE–Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Konawe (TP-PKK), Hj. Hania, S.Pd., M.Pd., Gr., memimpin langsung kegiatan Sosialisasi Pelayanan Kesehatan Terpadu Berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang digelar di Balai Desa Lakomea, Kecamatan Anggalomoare, Kabupaten Konawe, pada Jumat, 28 November 2025. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Daerah bersama TP-PKK dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pemenuhan layanan kesehatan dasar sesuai standar nasional.

Dalam sambutannya, Hj. Hania menegaskan bahwa penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dasar kepada seluruh masyarakat. Standar tersebut mencakup pelayanan bagi ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, balita, imunisasi dasar lengkap, serta penanganan penyakit prioritas.

“Kami ingin memastikan seluruh keluarga di Konawe mendapatkan hak pelayanan dasar yang memadai dan merata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, PKK sebagai mitra strategis pemerintah memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat, terutama kaum ibu, agar memahami pentingnya layanan kesehatan terpadu sebagai upaya pencegahan dan peningkatan kualitas hidup keluarga.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa informasi mengenai 6 SPM ini sampai ke seluruh lapisan masyarakat, sehingga tidak ada lagi warga yang tidak mendapatkan akses layanan kesehatan dasar,” tambahnya.

Selain itu, Ketua TP-PKK juga meminta dan menegaskan kepada seluruh kader PKK serta para kepala desa untuk lebih teliti dan akurat dalam mendata masyarakat. Pendataan yang tepat, katanya, sangat penting agar ke depan bantuan maupun layanan kesehatan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.

Dalam kegiatan ini, Hj. Hania juga menyalurkan bantuan dari Bupati Konawe berupa susu bagi ibu hamil dan balita. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan gizi keluarga, sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting di wilayah Kecamatan Anggalomoare.

“Bantuan ini adalah bentuk perhatian pemerintah daerah untuk memastikan tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu hamil tetap optimal,” ungkap Hj. Hania saat menyerahkan paket susu kepada para penerima.

Penyaluran bantuan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat, terutama para ibu yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan sosialisasi juga diisi dengan pemaparan teknis oleh tenaga kesehatan terkait mekanisme pelayanan, indikator capaian, serta langkah-langkah implementasi SPM di tingkat kecamatan dan desa. Peserta yang hadir meliputi kader PKK, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari Puskesmas Anggalomoare.

Camat Anggalomoare, Rusmin Suleman Alaeka, S.IP., menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi SPM menjadi pedoman penting bagi pemerintah kecamatan dan desa dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat.

“Sosialisasi ini sangat bermanfaat untuk menyatukan pemahaman para aparat pemerintah, kader PKK, dan tenaga kesehatan. Dengan adanya 6 SPM, kita memiliki standar yang jelas untuk memastikan pelayanan kesehatan di Anggalomoare berjalan lebih terarah dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah kecamatan dalam mendukung implementasi SPM melalui koordinasi lintas sektor, pendampingan rutin, serta pengawasan capaian layanan kesehatan di setiap desa.

Sementara itu, Kepala Desa Lakomea, Suryani, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan sosialisasi ini. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah desa dan kader dalam memastikan masyarakat menerima layanan kesehatan sesuai standar.

“Kami di Desa Lakomea akan menindaklanjuti sosialisasi ini dengan memastikan setiap warga memahami hak dan akses layanan kesehatan. Kader Posyandu dan perangkat desa akan kami gerakkan untuk mengawal pemenuhan 6 SPM agar tidak ada warga yang tertinggal,” katanya.

Sebagai penutup, Hj. Hania kembali mengingatkan bahwa saat ini telah tersedia aplikasi yang memudahkan para kader dalam memberikan masukan terkait pelayanan kesehatan. Pemanfaatan teknologi tersebut, menurutnya, penting untuk mempercepat identifikasi kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

Ia juga menyampaikan rencananya untuk melakukan kunjungan ke seluruh kecamatan di Kabupaten Konawe guna memantau langsung pelaksanaan 6 Standar Pelayanan Minimal serta memperkuat koordinasi antara pemerintah kecamatan, desa, dan kader PKK.

Kegiatan sosialisasi kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber dari Dinas Kesehatan. Melalui sinergi TP-PKK, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, implementasi 6 SPM di Kabupaten Konawe diharapkan dapat berjalan optimal sehingga kualitas layanan kesehatan semakin meningkat.