
FAKTA1.COM, JAKARTA — Suasana mencekam menyelimuti Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. Misteri pembunuhan yang menyeramkan terkuak, seorang pemilik toko berinisial JS (69) ditemukan tewas dengan jasadnya dicor di dalam bangunan yang sedang direnovasi.
Polres Metro Jakarta Timur mengungkap pelakunya adalah ZA (35), salah satu pekerja proyek renovasi tersebut. Motifnya? Rasa sakit hati.
“Korban marah karena renovasi tidak berjalan lancar,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, Kamis, (27/2).
Kejadian bermula pada Minggu (16/2/2025), ketika korban datang ke lokasi proyek dan mendapati para pekerja mogok kerja.
- Di Balik Pengukuhan BPKP Sulsel, Wali Kota Parepare Tasming Hamid Singgung “Mesin Pengawas” yang Jarang Disorot Ini
- Ada Apa di Balik Lomba B2SA Parepare Ini? Ucapan Ketua TP PKK Mendadak Jadi Sorotan Warga
- PAD Maros Baru Setengah Jalan, Tapi Ada OPD yang ‘Lari Sendiri’ Tembus 122 Persen
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Pada 18 Februari 2025, ZA memastikan korban telah meninggal, lalu menyeret jasadnya ke dalam saluran air di dalam toko. Untuk menghilangkan jejak, ZA menutup jasad korban dengan semen dan batu bata.
“Ini bukan hanya
ZA kini diamankan di Polres Metro Jakarta Timur dan sedang diperiksa intensif. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang membantu dalam upaya menghilangkan jejak kejahatan tersebut.
- Di Balik Pengukuhan BPKP Sulsel, Wali Kota Parepare Tasming Hamid Singgung “Mesin Pengawas” yang Jarang Disorot Ini
- Ada Apa di Balik Lomba B2SA Parepare Ini? Ucapan Ketua TP PKK Mendadak Jadi Sorotan Warga
- PAD Maros Baru Setengah Jalan, Tapi Ada OPD yang ‘Lari Sendiri’ Tembus 122 Persen
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
“Pelaku dijerat dengan empat pasal, ancaman hukumannya hingga 15 tahun penjara,” jelas Kombes Nicolas.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk diautopsi. Pemeriksaan forensik akan menentukan penyebab pasti serta waktu kematian korban.
Kasus pembunuhan ini menggemparkan warga Jakarta Timur dan menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat. Polisi berjanji akan mengungkap seluruh peristiwa dan menghukum pelakunya seberat-beratnya.(*)








Tinggalkan Balasan