
KENDARI, FAKTA1.COM— Mutasi jabatan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali bergulir sesuai protokol organisasi dan mekanisme pembinaan karier. Salah satu perwira menengah yang masuk dalam daftar mutasi adalah Kombes Pol Hartoyo, S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) di Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Sabtu 28 Februari 2026.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/440/II/KEP./2026. Dalam telegram itu, Hartoyo mendapat penugasan baru sebagai Irwasda di Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan.
Pergantian jabatan ini dilaksanakan berdasarkan protokol manajemen sumber daya manusia Polri yang mengedepankan prinsip profesionalitas, rotasi berkala, dan kebutuhan organisasi. Proses serah terima jabatan dijadwalkan berlangsung sesuai protokol upacara serta administrasi kedinasan yang berlaku.
Rekam Jejak di Sulawesi Tenggara
Kombes Pol. Hartoyo, S.I.K., S.H. memiliki rekam jejak karier panjang di wilayah Sulawesi Tenggara. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Konawe sekitar 2012–2014 saat masih berpangkat AKBP, dengan fokus pada penguatan stabilitas keamanan wilayah sesuai protokol operasional kepolisian.
Setelah itu, ia ditarik ke Mapolda Sultra sebagai Wakil Direktur Intelijen dan Keamanan, sebelum dipromosikan menjadi Direktur Intelkam Polda Sultra pada 2017. Penugasan tersebut dijalankan sesuai protokol kerja intelijen dalam rangka deteksi dini serta pengamanan dinamika sosial kemasyarakatan.

Pada 2024, ia kembali ke Sulawesi Tenggara dengan pangkat Komisaris Besar Polisi untuk menjabat sebagai Irwasda Polda Sultra, menjalankan fungsi audit kinerja, pengawasan internal, dan penguatan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur sesuai protokol pemeriksaan internal Polri.
Penugasan di Tingkat Nasional
Sebelum kembali ke Sultra, Hartoyo telah menjalani sejumlah penugasan strategis, antara lain sebagai Kapolres Gresik, Wakapolrestabes Surabaya, serta Kaden C Ropaminal pada Divisi Profesi dan Pengamanan Polri di Mabes Polri, dengan fokus pada fungsi pengamanan internal (Paminal) sesuai protokol pengawasan dan kode etik profesi.
Kepindahan Hartoyo dari Sulawesi Tenggara menuai respons dari berbagai kalangan, termasuk aktivis senior daerah tersebut. Sejumlah tokoh menyampaikan apresiasi atas pola komunikasi dan pendekatan humanis yang selama ini dibangun.
Ketua LSM JARAK Sultra (Jaringan Anti Korupsi Sultra), Yunus Mbatono, menilai Kombes Pol. Hartoyo, S.I.K., S.H. bukan hanya sebagai mitra institusi, tetapi juga sosok yang mampu membangun relasi secara personal dan kekeluargaan dengan berbagai elemen masyarakat di Sulawesi Tenggara.
“Beliau sudah seperti saudara sendiri. Orangnya baik, mudah berteman, dan membangun komunikasi secara kekeluargaan,” ujar Yunus.
Menurutnya, pola pendekatan yang dilakukan Hartoyo selama bertugas di Sultra dinilai mampu menjaga stabilitas tanpa mengabaikan ruang dialog. Ia berharap komunikasi yang telah terbangun selama ini dapat tetap terjaga meskipun yang bersangkutan kini bertugas di wilayah lain.
Dalam kesempatan perpisahan, Kombes Hartoyo turut menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan, kerja sama, dan sinergi yang telah terjalin selama dirinya bertugas.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, insan pers, serta seluruh personel Polda Sultra atas kebersamaan dan dukungan selama ini. Tanpa dukungan masyarakat, tugas kami tidak akan berjalan optimal,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah terdapat kekhilafan, sikap, maupun kebijakan yang kurang berkenan.
“Saya pribadi dan keluarga memohon maaf apabila selama bertugas terdapat tutur kata, tindakan, atau keputusan yang kurang berkenan di hati masyarakat. Semua yang kami lakukan semata-mata demi tugas dan tanggung jawab institusi,” tambahnya.
Mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi dan penyegaran struktural di tubuh Polri yang dilaksanakan sesuai protokol pembinaan karier.
Dengan pengalaman di bidang intelijen, operasional kewilayahan, serta pengawasan internal, Hartoyo diharapkan dapat memperkuat fungsi pengawasan daerah di tempat penugasan barunya sesuai standar profesionalitas dan protokol kelembagaan yang berlaku.










Tinggalkan Balasan