
SIDRAP, FAKTA1.COM — Satgas Pangan Mabes Polri turun langsung ke Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, guna memastikan ketersediaan pasokan sekaligus memantau kestabilan harga beras di tengah masyarakat.
Kegiatan peninjauan lapangan ini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Satgas Pangan Mabes Polri, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan Polda Sulsel, Polres Sidrap, serta Perum Bulog. Dalam pelaksanaannya, tim menyambangi sejumlah titik penting, mulai dari pasar tradisional, gerai penjualan, hingga gudang penggilingan padi di wilayah Sidrap.
Fokus utama pemantauan ini adalah mengawasi pergerakan harga beras, khususnya jenis beras premium, agar tetap sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Kombes Pol Egy Andrian Suez, S.H., S.I.K., M.H., Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri, menjelaskan bahwa peninjauan ini merupakan langkah preventif bersama untuk menjaga stabilitas sektor pangan nasional.
“Tujuan kunjungan kami adalah memastikan ketersediaan pangan, khususnya komoditas beras, baik dari sisi ketersediaan maupun harga,” ujar Egy di sela-sela pemantauannya di Sidrap.
Ia menegaskan, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional telah menetapkan batas HET yang wajib dipatuhi oleh para pelaku usaha di sektor perdagangan. Pengawasan ketat diperlukan agar masyarakat tidak terbebani oleh harga jual di atas ketentuan yang berlaku.
“Kami ingin masyarakat bisa merasakan dampaknya, terutama dalam pembelian beras. Ada batasan HET yang harus dipatuhi,” tambahnya.
Dari hasil peninjauan awal di lapangan, Satgas Pangan menemukan indikasi positif di mana sejumlah pedagang telah mematuhi aturan HET dalam menjual
“Kami sudah memantau beberapa gerai. Untuk sementara, ada beberapa pedagang di sini yang sudah sesuai HET. Kami mengapresiasi seluruh pedagang yang telah mematuhi ketentuan tersebut,” kata Egy.
Pemilihan Kabupaten Sidrap sebagai lokasi pemantauan bukan tanpa alasan. Daerah ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan dan sentra produksi beras terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan.
Tingginya angka produksi beras di Sidrap dinilai harus diimbangi dengan pengawasan rantai distribusi dan harga yang ketat. Stabilitas pasokan dari daerah produsen utama seperti Sidrap diyakini mampu menopang ketersediaan beras secara luas dan meredam gejolak harga di pasaran.
Selain mendatangi pasar dan gerai pengecer, tim gabungan juga memeriksa langsung pasokan beras dari Perum Bulog serta memantau kondisi operasional di sejumlah penggilingan padi lokal. Pengecekan menyeluruh ini dilakukan untuk memetakan kondisi stok serta memantau rantai pasok secara komprehensif, mulai dari tingkat petani, proses penggilingan, jalur distribusi, hingga sampai ke tangan konsumen akhir.
Melalui pemantauan dari hulu hingga hilir tersebut, Satgas Pangan berharap dapat memperoleh data dan gambaran riil mengenai situasi perberasan di Sidrap. Satgas Pangan Mabes Polri memastikan bahwa pengawasan berkala ini akan terus digalakkan secara berkesinambungan guna menjaga stabilitas harga pangan dan melindungi daya beli masyarakat. (Fs)








Tinggalkan Balasan