Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7967 Lihat semua

KONAWE – Persiapan Bulan Inovasi Daerah di Kabupaten Konawe terus digenjot. Pemkab Konawe juga membahas penguatan Satu Data Digital supaya data dari masing-masing OPD tidak berjalan sendiri-sendiri dan bisa dimanfaatkan bersama.

Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Diskominfo lantai III Kantor Bupati Konawe, Kamis (17/9/2026).

Rapat tersebut diikuti Asisten III Setda Konawe serta sejumlah kepala OPD lingkup Pemkab Konawe. Pertemuan ini membahas kesiapan masing-masing OPD dalam menyiapkan inovasi sekaligus memastikan data yang dimiliki benar-benar tersedia, terbaru dan bisa saling terhubung.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand, S.P., M.M., dalam arahannya meminta seluruh OPD tidak hanya menunggu, tetapi aktif mempersiapkan data maupun inovasi yang akan ditampilkan dalam Bulan Inovasi Daerah.

Menurutnya, data yang digunakan pemerintah harus jelas sumbernya, akurat dan terus diperbarui. Begitu juga dengan inovasi yang dibuat OPD, diharapkan bukan sekadar untuk memenuhi kegiatan, tetapi benar-benar punya manfaat bagi masyarakat.

“Jangan sampai hanya menjadi kegiatan seremonial. Kita ingin ada inovasi yang bisa dirasakan manfaatnya, terutama dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ferdinand juga meminta koordinasi antar-OPD terus diperkuat. Data yang dimiliki masing-masing perangkat daerah diharapkan dapat terintegrasi sehingga tidak terjadi lagi penginputan data yang sama secara berulang.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Konawe, Suparjo, S.Kom., menjelaskan bahwa penguatan Satu Data Konawe terus dilakukan melalui integrasi data dan aplikasi.

Dengan sistem yang terintegrasi, data yang sudah tersedia bisa digunakan kembali oleh aplikasi maupun perangkat daerah lainnya tanpa harus memasukkan data dari awal.

“Data bukan hanya untuk disimpan. Data harus dikelola, diperbarui, diintegrasikan dan dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan publik serta pembangunan daerah,” tegas Suparjo.

Diskominfo Konawe juga terus mengembangkan GIS Konawe Bersahaja, sebuah sistem pemetaan yang menggabungkan data spasial dan data sektoral dari OPD, kecamatan, desa hingga kelurahan.

Data yang nantinya dapat ditampilkan antara lain batas wilayah, jaringan jalan, pertanahan, kependudukan, fasilitas pemerintahan, kebencanaan serta berbagai data pembangunan lainnya.

Suparjo mengatakan, persoalan batas wilayah juga menjadi bagian penting yang perlu segera diselesaikan dan diperbarui. Pasalnya, kejelasan batas wilayah akan menjadi dasar dalam penyajian data spasial dan perencanaan pembangunan di Konawe.

Selain urusan data, Diskominfo juga mendorong agar informasi kegiatan pemerintah daerah bisa lebih tertata. OPD diarahkan untuk menyampaikan informasi dan dokumentasi kegiatan melalui sistem yang sudah disiapkan.

Selanjutnya, proses verifikasi dan penerbitan informasi dilakukan oleh Diskominfo.

Penguatan sistem data dan informasi ini diharapkan membuat kerja pemerintahan di Konawe semakin mudah, cepat dan terbuka. Di sisi lain, data yang terkelola dengan baik juga diharapkan bisa menjadi dasar dalam mengambil kebijakan serta melahirkan inovasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Persiapan Bulan Inovasi Daerah di Konawe Terus Digenjot

Terima kasih telah membaca artikel ini. Temukan informasi dan berita terbaru lainnya melalui kanal resmi kami.

Ikuti informasi terbaru melalui Saluran WhatsApp .