
BALI, FAKTA1.COM— Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap jaringan produksi narkoba terbesar di Indonesia yang berbasis di Bali. Laboratorium hashish ditemukan di sebuah vila di Jimbaran, Bali. Barang bukti yang disita mencapai nilai 1 triliun 521 miliyar 408 juta Rupiah dengan potensi menyelamatkan 1,4 juta jiwa dari ancaman narkoba.
Kepala Bareskrim Polri, Komjen. Pol. Drs. Wahyu Widada, M.Phil. menegaskan keberhasilan ini menunjukkan komitmen Polri dalam memberantas jaringan narkoba.
“Ini pengungkapan pertama laboratorium hashish di Indonesia. Polri akan terus berupaya memerangi narkoba untuk melindungi generasi bangsa,” ujarnya saat konferensi pers, Selasa (19/11).
- Hidden Gem di Parepare, Villa Bukit Kembar Suguhkan Panorama Sawah, Pegunungan, hingga Kolam Pemancingan
- Lima Pelajar Sulsel Tembus Kampus Elite Dunia, Dari UNSW hingga University of Toronto
- Atlet Dairi Sumbang 6 Medali Emas Untuk Sumut pada Kejurnas Atletik di Jakarta
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Barang bukti yang diamankan mencakup 18 Kg hashish (kemasan silver),

Komjen Wahyu menjelaskan bahwa jaringan ini menggunakan pods system yang biasanya digunakan untuk vaping, tetapi dimodifikasi untuk konsumsi hashish cair.








Tinggalkan Balasan