Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 8089 • Lihat semua

RABAT, FAKTA1.COM — Raja Maroko, Raja Mohammed VI, secara resmi membuka Sesi Pertama Tahun Legislatif Pertama dari Parlemen Periode ke-12 di Rabat, Jumat (09/10/2026). Dalam acara monumental tersebut, Beliau didampingi oleh Putra Mahkota Moulay El Hassan, Pangeran Moulay Rachid, dan Pangeran Moulay Ahmed.

Mengawali pidatonya, Raja Mohammed VI menyampaikan apresiasi dan selamat kepada seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat atas kepercayaan yang diberikan rakyat dalam pemilu. Beliau menekankan bahwa masa jabatan legislatif kali ini berlangsung di momen khusus yang memberikan peluang besar untuk memperkuat berbagai pencapaian nasional.

“Saya berharap masa jabatan legislatif dan pemerintah yang baru ini menjadi titik balik nyata dalam memajukan ambisi Maroko sebagai kekuatan ekonomi yang tangguh dan terpercaya, sembari memastikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi serta keadilan sosial dan teritorial,” tegas Raja Mohammed VI.

Mendorong Reformasi Strategis dan Peran Sektor Swasta
Raja Mohammed VI menggarisbawahi pentingnya meluncurkan strategi nasional generasi baru di tengah pergeseran geo-ekonomi global. Fokus utama reformasi mendatang meliputi:

Ketahanan air, energi, dan pangan.

Peningkatan kapasitas cadangan strategis dan pasokan bahan pokok.

Pencepatan industri, ekonomi digital, dan kecerdasan buatan (AI).

Beliau mengimbau sektor swasta agar mengambil peran aktif sebagai mitra strategis pembangunan dengan menunjukkan semangat inovasi, meningkatkan ketersediaan lapangan kerja, investasi, serta ekspor. Selain itu, kebijakan publik diminta untuk menempatkan isu kepemudaan di garda depan guna menjamin kesetaraan peluang di bidang pendidikan, keterampilan, dan integrasi ekonomi.

Otonomi Daerah dan Sentralisasi
Mengenai pembangunan dalam negeri, Raja Mohammed VI menyoroti pentingnya penanganan masalah riil di tingkat daerah. Beliau mengkritik keterlambatan pelaksanaan instruksi dekonstrasi administratif dan desentralisasi yang dinilai menghambat program pembangunan sosio-ekonomi.

“Keterlambatan atau penundaan lebih lanjut dalam penerapan penuh piagam dekonstrasi administratif—termasuk pengalihan kewenangan serta sumber daya manusia dan keuangan yang memadai—adalah hal yang tidak dapat diterima,” tegasnya.

Isu Migrasi Internasional dan Hubungan dengan Spanyol
Di panggung internasional, Raja Mohammed VI menegaskan posisi Maroko sebagai mitra global yang bertanggung jawab. Namun, Beliau memberikan catatan kritis mengenai model kerja sama penanganan migrasi yang dinilai sudah ketinggalan zaman.

Terkait hubungan bilateral dengan Spanyol, Beliau mengakui kemajuan pesat di berbagai sektor, namun menyoroti kendala hukum dan keputusan peradilan yang dinilai menghambat pemulangan anak di bawah umur serta pencari suaka fiktif.

Raja Mohammed VI menegaskan bahwa kemitraan Maroko dengan negara-negara tetangga adalah pilihan berdaulat dan komitmen sukarela yang tidak akan pernah tunduk pada tekanan atau pemerasan politik. Sebagai langkah konkret, Maroko akan mengajukan dokumen pandangan strategis baru untuk mendorong pembangunan bersama, daya saing ekonomi, dan stabilitas kawasan.

Amanah dan Tanggung Jawab Moral
Menutup pidato kerajaannya, Raja Mohammed VI mengingatkan seluruh anggota parlemen bahwa mandat yang mereka tumpu adalah kontrak moral dan politik kepada rakyat. Beliau mengajak para legislator untuk menjalankan amanah tersebut demi kemajuan bangsa dan negara.(tim)

Raja Mohammed VI Buka Sesi Pertama Parlemen Maroko Periode Ke-12, Tegaskan Reformasi Ekonomi dan Isu Migrasi

Terima kasih telah membaca artikel ini. Temukan informasi dan berita terbaru lainnya melalui kanal resmi kami.

Ikuti informasi terbaru melalui Saluran WhatsApp .