
FAKTA1.COM, BOJONEGORO— Roadshow Bus KPK tiba di Kabupaten Bojonegoro sejak Kamis (6/6/2024) dan akan melakukan kegiatan selama 4 hari hingga Minggu (9/6/2024). Bus besar berwarna biru itu membawa berbagai materi edukasi antikorupsi bagi masyarakat.
Saat ditemui di dalam Bus, Sekretaris Penyuluh Anti Korupsi Jawa Timur, Iin Purwanti menyampaikan ada berbagai buku dalam bus KPK. Mulai buku untuk usia PAUD hingga untuk masyarakat umum, serta film edukasi terkait anti korupsi.
“Sebab Pendidikan anti korupsi itu mulai dari dini, pembiasaan berkata jujur dengan orang tua, membiasakan anak untuk jujur, jadi mulainya dari kita membiasakan,” ungkapnya.
- Mitra Garda FC tampil tajam, Gaswon FC dipaksa angkat kaki dari Sidrap Cup 2026
- 5.200 Hektare Sawah Menanti Air, Perbaikan Tanggul Lasireso Sidrap Dikebut Nonstop
- Prabowo ke Lampung, Tiga Pemuda Jahit Mulut di Tugu Adipura, Kritik Demokrasi hingga Beban Hidup Rakyat
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Ia juga menjelaskan Bus KPK berkeliling di berbagai daerah. Dan yang perlu digarisbawahi, bahwa KPK tidak pada ranah penindakan saja tapi juga mengedukasi masyarakat. Fungsinya selain penindakan, yang utama adalah
“Bukan untuk sekarang tapi untuk 10 hingga 20 tahun mendatang. Melalui Integritas sehari-hari, menanamkan dan membiasakan itulah PR besar pada orang tua,” jelasnya.
Untuk sehari-hari, orang tua bisa memberi contoh bagi anak. Jika anak sudah menginjak bangku kelas 3 keatas, orangtua baru mengarahkan. Pondasinya adalah kejujuran melalui pendidikan karakter dan integritas. Ada 9 pendidikan karakter yang harus diterapkan yakni Jumat Bersepedah Kaka (jujur, mandiri, adil, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, adil, kerja keras).
“Gratifikasi dan suap itu basic-nya dari tindak perilaku korupsi, jika dibiasakan tidak jujur dari dini, akan memacu tindakan korupsi,” pungkasnya
(Redho)
- Mitra Garda FC tampil tajam, Gaswon FC dipaksa angkat kaki dari Sidrap Cup 2026
- 5.200 Hektare Sawah Menanti Air, Perbaikan Tanggul Lasireso Sidrap Dikebut Nonstop
- Prabowo ke Lampung, Tiga Pemuda Jahit Mulut di Tugu Adipura, Kritik Demokrasi hingga Beban Hidup Rakyat
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel








Tinggalkan Balasan