
SIDRAP, FAKTA1.COM— Senja yang tenang di Samallangi, Kelurahan Lancirang, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, mendadak berubah menjadi kepanikan yang mencekam. Rumah milik Cemmang Kiki—seorang figur pengusaha yang dikenal luas dan kerap dijuluki sebagai ‘Sultannya Sidrap’—hangus dilalap si jago merah pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 18.00 Wita.
Di tengah kobaran api yang kian membesar dan melahap bangunan, suasana duka dan isak tangis kian terasa mendalam karena sang pemilik rumah diketahui sedang tidak berada di tempat. Saat musibah menyayat hati ini terjadi, Cemmang Kiki tengah berada jauh di Singapura, terpisah ribuan kilometer dari detik-detik menegangkan saat kediamannya porak-poranda.
Kepanikan warga sekitar pecah seketika ketika kepulan asap tebal dan lidah api mulai membumbung tinggi. Dengan sisa-sisa tenaga dan rasa solidaritas yang tinggi, warga bahu-membahu berupaya menyelamatkan apa pun yang bisa dijangkau dari dalam rumah. Di tengah kepulan asap yang menyesakkan, sebuah sepeda motor berwarna putih menjadi salah satu barang berharga yang berhasil dievakuasi keluar.
Berdasarkan keterangan di lapangan, api diduga pertama kali muncul secara misterius dari bagian kamar pribadi Cemmang Kiki. Sebuah rekaman suara yang beredar luas di grup WhatsApp menggambarkan betapa cepatnya petaka itu datang mengejutkan warga sekitar.
“Saya duduk di rumahnya Hj Kiki, lalu saya turun cepat pas lihat api dari kamarnya Hj Kiki. Anak-anak yang ada juga langsung berhamburan keluar dan bilang korslet listrik,” ungkap seorang warga dalam rekaman tersebut dengan nada cemas.
Kepala Bidang Dinas Pemadam Kebakaran Sidrap, Andi Hasanuddin, saat dikonfirmasi membenarkan insiden kebakaran yang memilukan ini. Ia menyebutkan bahwa pihaknya langsung mengerahkan kekuatan penuh ke lokasi kejadian untuk menjinakkan amukan api.
“Lima unit mobil Damkar kami turunkan untuk melakukan pemadaman. Diduga akibat korsleting listrik,” ujar Andi Hasanuddin melalui pesan WhatsApp.
Berkat kesigapan petugas Pemadam Kebakaran yang dibantu oleh warga setempat, ampunan api akhirnya berhasil dipadamkan sebelum merembet lebih luas, dilanjutkan dengan proses pendinginan di lokasi kejadian.
Meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, tragedi ini menyisakan duka mendalam serta kerugian material yang hingga kini belum dapat ditaksir secara pasti. Rumah yang selama ini menjadi saksi bisu perjalanan hidup sang tokoh kini tinggal tersisa puing-puing arang, menyisakan tanya dan air mata di balik malam senja Sidrap. (tim)








Tinggalkan Balasan