Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6996 Lihat semua

FAKTA1.COM, JAKARTA – Ketua Umum Pondok Pesantren (Ponpes) As’adiyah, AGH Prof. Dr. Nasaruddin Umar, memberikan usulan penting dalam Konferensi Majma Khadimul Haramain Syarifain Lil Hadist Nabawi Syarif yang berlangsung di Madinah.

Dalam forum bergengsi ini, Prof. Nasaruddin Umar mengusulkan agar Pondok Pesantren As’adiyah dijadikan pusat kajian hadits Rasulullah dan ilmu hadits di Indonesia.

Usulan tersebut disampaikan pada konferensi ketiga lembaga hadist Raja Salman yang diadakan rutin dua kali setahun.

Prof. Dr. Nasaruddin Umar, yang juga merupakan anggota dewan pengawas lembaga hadist ini, hadir didampingi oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah, H. Bunyamin LC MH.

H. Bunyamin mengungkapkan bahwa usulan ini sebenarnya sudah menjadi pembahasan sejak konferensi kedua dan kini kembali menjadi topik utama dalam konferensi ketiga.

Tujuannya adalah agar Pondok Pesantren As’adiyah bisa memfokuskan diri sebagai pusat pendidikan hadits Rasulullah, dengan harapan dapat memperkuat pengajaran hadits di kalangan santri dan para ulama di Indonesia.

Prof. Dr. Nasaruddin Umar sendiri merupakan salah satu wakil Indonesia di lembaga internasional tersebut, bergabung dengan perwakilan dari negara-negara seperti

Maroko, India, Mesir, dan Mauritania.

Lembaga ini dipimpin oleh lima ulama terkemuka dari Arab Saudi, termasuk Ketua OKI dan Ketua Rabitatul Alam Islami. Dewan pengawas lembaga ini diketuai oleh Ali Syeikh, yang juga menjadi penasehat Kerajaan Arab Saudi.

Prof. Nasaruddin Umar berharap agar Pondok Pesantren As’adiyah dapat berkembang menjadi salah satu pondok pesantren yang fokus mendalami hadits dan ilmu hadits di Indonesia.

Menurutnya, penguatan ilmu hadits di Indonesia sangat penting untuk memperkaya kajian Islam dan menjaga kesinambungan pemahaman yang mendalam tentang ajaran Nabi Muhammad SAW.

“Dengan adanya pusat kajian hadits di As’adiyah, kita berharap pemahaman serta pembelajaran hadits di Indonesia dapat lebih mendalam dan sistematis, sehingga melahirkan ulama-ulama yang berkompeten dalam bidang ini,” jelas Prof. Nasaruddin Umar.

Usulan ini tidak hanya disambut hangat oleh para peserta konferensi, tetapi juga menjadi salah satu poin penting dalam rencana pengembangan pendidikan Islam berbasis hadits di Indonesia. (Fers)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.