
Konawe, Fakta1.Com— Beredarnya sebuah video di media sosial yang memuat dugaan buruknya pelayanan di Puskesmas Anggaberi menjadi perhatian masyarakat. Menanggapi hal tersebut, sejumlah warga bersama Pemerintah Kelurahan Lawulo serta masyarakat Kecamatan Anggaberi menegaskan bahwa tuduhan yang disampaikan dalam video tersebut tidak benar. Jum’at 24 juli 2026
Salah seorang warga Desa Wunduongohi, Kecamatan Anggaberi, Ibu Asma, menyatakan bahwa informasi dalam video tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang selama ini dirasakan masyarakat saat memperoleh pelayanan di Puskesmas Anggaberi.
“Saya sebagai masyarakat Desa Wunduongohi merasa keberatan dengan tuduhan yang beredar. Selama ini saya dan keluarga mendapatkan pelayanan yang baik dari Kepala Puskesmas maupun seluruh tenaga kesehatan. Mereka selalu berupaya melayani masyarakat dengan ramah dan profesional,” ujar Ibu Asma.
Hal senada disampaikan Lurah Lawulo, Lyly Suyatim, S.Sos. Menurutnya, berdasarkan komunikasi dan koordinasi yang selama ini terjalin antara masyarakat dan pihak Puskesmas Anggaberi, pelayanan kesehatan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Kami tidak membenarkan tuduhan yang beredar dalam video tersebut. Selain itu, pihak yang mengatasnamakan ‘Andri’ bukan merupakan warga Kelurahan Lawulo, melainkan pihak luar yang mengatasnamakan masyarakat. Pada prinsipnya, apabila terdapat keluhan terhadap pelayanan, masyarakat dapat menyampaikannya melalui mekanisme pengaduan resmi sehingga dapat diklarifikasi dan ditindaklanjuti secara objektif. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat, khususnya warga Kelurahan Lawulo, agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya,” tegas Lyly Suyatim.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Anggaberi, Sulhana, SKM, turut memberikan klarifikasi terkait video yang beredar. Ia menegaskan bahwa pihaknya senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Kami memastikan bahwa seluruh pelayanan di Puskesmas Anggaberi berjalan sesuai dengan prosedur dan standar yang telah ditetapkan. Apabila terdapat kekurangan, kami terbuka terhadap masukan dan kritik
Ia menambahkan bahwa seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas Anggaberi terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari sisi profesionalitas, kecepatan, maupun kenyamanan bagi pasien.
Terkait insiden yang turut menjadi perhatian publik, Kepala Puskesmas Anggaberi menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas terhadap dua staf UPTD Puskesmas Anggaberi, yakni Elvi, AM.Keb dan Serli Anjar Sari, AMd.Keb, yang melakukan siaran langsung (live) di TikTok pada saat jam kerja.
Kedua staf tersebut telah dikenakan sanksi administratif serta diwajibkan menandatangani surat pernyataan yang berisi pengakuan dan penyesalan atas perbuatan yang dilakukan. Selain itu, keduanya juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan, rekan kerja, dan masyarakat, serta berkomitmen untuk tidak mengulangi pelanggaran serupa di kemudian hari.
Sejumlah warga turut menyampaikan apresiasi kepada Kepala Puskesmas Anggaberi beserta seluruh tenaga kesehatan yang selama ini dinilai konsisten dalam memberikan pelayanan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. Mereka berharap kualitas pelayanan yang telah berjalan dengan baik dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Masyarakat bersama Pemerintah Kelurahan Lawulo, khususnya di wilayah Kecamatan Anggaberi, juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas lingkungan serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, masyarakat Kabupaten Konawe diharapkan lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
Mereka menegaskan bahwa setiap persoalan yang berkaitan dengan pelayanan publik sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku dengan mengedepankan klarifikasi, bukti yang akurat, serta asas praduga tak bersalah.(*)








Tinggalkan Balasan