
KONAWE, FAKTA1.COM – Deru mesin memecah pagi di Unaaha, Minggu (26/4/2026), saat ratusan off-roader menjajal lintasan ekstrem dalam Konawe Adventure Offroad Bersahaja. Namun di balik gemuruh mesin dan tantangan medan, satu suara yang paling menegaskan arah kegiatan datang dari Ketua Panitia, Irfan Djawi, ST., S.Kom.
Bagi Irfan, kegiatan ini bukan sekadar ajang uji adrenalin, melainkan ruang besar untuk membangun kebersamaan lintas daerah dan komunitas.
“Event ini kita rancang bukan hanya untuk pecinta offroad, tapi sebagai wadah mempererat silaturahmi, mempertemukan komunitas, dan menggerakkan potensi daerah,” tegas Irfan di sela-sela kegiatan.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, seperti Konawe, Kendari, Konawe Selatan (Konsel), hingga Kolaka. Kehadiran para off-roader dari berbagai wilayah tersebut semakin memperkuat nuansa kebersamaan dalam event ini.
Irfan menjelaskan, kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Konawe ini merupakan lanjutan dari rangkaian offroad yang sebelumnya telah dilaksanakan di hari Sabtu di kawasan Hutan Argawana. Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan unsur Indonesia Off-road Federation (IOF) Provinsi Sulawesi Tenggara, yang diketuai oleh Wakil Bupati Konawe Selatan, serta IOF Pengcab Konawe yang diketuai oleh Wakil Bupati Konawe.
“Ini bukan kegiatan yang berdiri sendiri, tapi rangkaian besar yang melibatkan banyak pihak, termasuk IOF provinsi dan pengcab. Artinya, event ini memang dirancang serius dan terorganisir,” jelas Irfan.
Lintasan berlumpur sepanjang kurang lebih 800 meter menjadi bukti bahwa kegiatan ini disiapkan dengan matang. Setiap rintangan dirancang untuk
“Kami dari panitia sejak awal menekankan bahwa safety adalah hal utama. Tantangan boleh ekstrem, tapi keselamatan peserta tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada teknis lomba, Irfan juga memastikan kegiatan ini membawa dampak nyata bagi masyarakat. Kehadiran ratusan peserta dan ribuan penonton dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi lokal.
“Kita lihat langsung bagaimana UMKM bergerak, pedagang ramai, dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya. Ini yang menjadi tujuan besar kami sebagai panitia,” ungkapnya.
Lebih dari itu, Irfan menyebut Offroad Bersahaja sebagai simbol kolaborasi antara Konawe dan Konawe Selatan yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti di sini. Harapannya bisa menjadi agenda tahunan yang lebih besar, lebih tertata, dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih luas,” tambahnya.
Dengan antusiasme peserta dan dukungan masyarakat yang begitu tinggi, Irfan optimistis kegiatan ini akan terus berkembang menjadi ikon event otomotif di Sulawesi Tenggara.
“Selama semangat kebersamaan ini tetap ada, kami yakin Offroad Bersahaja akan terus hidup dan menjadi kebanggaan daerah,” tutupnya.
Kalau mau, saya bisa bantu bikin judul yang lebih “nendang” biar viral di media online atau versi yang lebih tajam lagi.(*)








Tinggalkan Balasan